BAB 4 MACAM-MACAM DOA

BAB 4 MACAM-MACAM DOA
a. Do’a Ma’tsurat Bagian 1
1. Dari Nu'man bin Basyir ra bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Sesungguhnya doa adalah ibadah." (Riyadlus Shalihin hal. 1465)
2. Dari Aisyah ra, ia berkata: "Rasulullah saw itu suka doa-doa yang menghimpun - yakni yang mengandung segala macam kepentingan dan keperluan - dan beliau saw meninggalkan yang selain itu." (HR. Imam Abu Dawud dengan sanad yang shahih) (Riyadlus Shalihin: 1466)
3. Dari Anas ra, ia berkata: "Sebagian banyak dari doa Nabi saw ialah: Rabbana atina fiddun-ya hasanah, wa fil-akhirati hasanah, waqina 'adzabannar (Ya Tuhan kami, berikanlah kebaikan pada kita di dunia dan kebaikan di akhirat dan lindungilah kita dari siksa neraka.)" (Muttafaq 'alaih) Imam Muslim dalam riwayatnya menambahkan, ia berkata: adalah Anas apabila menginginkan sesuatu ia berdoa dengan doa itu. Dan apabila ia berdoa maka dalam doanya itu dimasukkanlah doa di atas itu. (Riyadlus Shalihin: 1467)
4. Dari Abu Hurairah ra: “Ya Allah, ampunilah orang yang melaksanakan haji dan orang yang memintakan ampun bagi orang yang berhaji.” (HR Al-Baihaqi. Hadist Shohih)
5. Dari Walid Abi Al-Malih ra: “Ya Allah Tuhan Jibril dan Mikail dan Isrofil dan Tuhan Muhammad, kami mohon perlindungan kepada-Mu dari api neraka.” (HR Thabrani dan Hakim. Hadis shohih)
6. Dari Anas ra: “Ya Allah sesungguhnya aku mohon perlindungan kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dan amal yang tidak diterima, dan do’a yang tidak didengar.” (HR Ahmad dan Ibnu Hibban dan Hakim. Hadist Shohih)
7. Dari Abi Sa’id ra: “Ya Allah, hidupkanlah aku dalam keadaan miskin, matikanlah aku dalam keadaan miskin, dan kumpulkanlah aku bersama golongan orang-orang miskin dan sesungguhnya yang paling menderita diantara orang yang menderita yaitu orang yang di dalam dirinya terkumpul kefaqiran dunia dan akhirat". (HR. Hakim. Hadist Shohih)
8. Dari Jabir bin Samurah ra: “Ya Allah sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan semuanya dari apa yang telah aku ketahui dan apa yang belum aku ketahui, dan aku mohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan apa-apa yang telah aku ketahui dan apa yang belum aku ketahui.” (HR at-Thayalisi dan Thabrani. Hadist Hasan)
9. Dari Basroh bin Arthoh ra: “Ya Allah jadikanlah akhir urusan kami dengan kebaikan dan selamatkan kami dari siksaan dunia dan azab akhirat. (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, dan Hakim. Hadist Hasan)
10. Dari Aisyah ra: “Ya Allah, siapa yang mengurus satu urusan ummatku lalu dia mempersulit urusan mereka, maka persulitlah dia. Dan siapa yang mengurus satu urusan ummatku lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia. (HR Muslim. Hadist Shohih)
b.Doa Bagian 2
11. Dari Umar ra: ”Ya Allah, berilah tambahan kepada kami dan janganlah Engkau menguranginya, muliakanlah kami dan janganlah Engkau hinakan kami, berilah kami rizki dan janganlah Engkau tolak, utamakanlah kami dan janganlah Engkau sisihkan kami, ridhoilah kami dan jadikan pula kami ridho. (HR Tirmidzi dan Hakim. Hadits Shohih)
12. Dari Ibnu Umar ra: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hati yang tidak khusyu’, do’a yang tidak didengar, jiwa yang tidak pernah merasa puas, dan dari ilmu yang tidak bermanfaat. Aku berlindung kepada-Mu dari keempat hal tersebut.” (HR. Tirmidzi dan Nasa’i. Hadist Hasan)
13. Dari Abdullah bin Yazid Al-Khutomi ra: “Ya Allah berilah aku rizqi mencintaimu dan mencintai orang yang cintanya memberi manfaat bagiku di sisi-Mu, Ya Allah apa saja yang Engkau rizkikan padaku dari sesuatu yang aku cintai, jadikanlah semua itu kekuatan bagiku untuk sesuatu yang Engkau cintai, Ya Allah apa saja yang Engkau lewatkan dariku dari sesuatu yang aku cintai, jadikanlah semua itu kesenangan bagiku dalam sesuatu yang Engkau cintai.” (HR. Tirmidzi. Hadis Hasan)
14. Dari Ibnu Amr ra: “Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat-Mu dan berpindahnya keselamatan-Mu dan kedatangan adzab-Mu yang tiba-tiba dan dari semua kemurkaan-Mu. (HR. Muslim, Abu Daud dan tirmidzi. Hadist sohih)
15. Dari ‘Ammi Ziyad bin ‘Ilaqah ra: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kerusakan akhlak, kekejian amal perbuatan, dan hawa nafsu dan penyakit-penyakit.”(HR. Tirmidzi, Thabrani, Hakim. Hadits Hasan)
16. Dari ibnu Abbas ra: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu, rahmat dari sisi-Mu. Dengan rahmat-Mu Engkau menerangi hatiku, engkau kumpulkan urusan-urusanku, Engkau kembalikan sesuatu yang tiada dariku, Engkau Angkat kesaksianku, Engkau sucikan amalku, Engkau ilhamkan kedewasaanku, Engkau kembalikan sesuatu yang hilang dariku, Engkau jaga aku dari segala keburukan.”
Ya Allah, karuniakan kepadaku keimanan dan keyakinan yang tidak ada kekufuran lagi setelahnya. Ya Allah karuniakan kepadaku rahmat, yang dengannya aku memperoleh kemulyaan-Mu, di dunia dan di akhirat. Ya Allah, ku mohon kepada-Mu keberhasilan dan keberuntungan dalam takdir. Predikat orang-orang syahid. Kehidupan yang bahagia. Dan pertolongan dalam menghadapi musuh.”
Ya Allah, ku sampaikan kepada-Mu segala hajatku. Pendeknya pikiranku. Lemahnya amalku. Aku sangat membutuhkan rahmat-Mu. Karena itu, Ya Allah, aku memohon kepada-Mu, Wahai Dzat Yang Mengabulkan segala urusan. Wahai Dzat yang Melapangkan dada. Sebagaimana Engkau mudah mengalirkan (air) di antara lautan. Maka ku mohon agar Engkau menghindarkanku dari siksa menyala-nyala. Menghindarkanku dari do’a yang sia-sia. Dan dari fitnah kubur.
Ya Allah, sungguh, sangat pendek pikiranku tentang itu. Urusanku tidak sampai menjangkaunya. Dan niatku tidak sampai melampauinya, dari kebaikan yang telah Engkau janjikan kepada seseorang dari makhluk-Mu. Atau kebaikan yang Engkau berikan kepada seseorang dari hamba-hamba-Mu. Dan karena itu aku senang hal itu demi Engkau. Aku memohon kepada-Mu bisa mendapatkannya dengan rahmat-Mu, Ya Rabbal ‘Alamin.”
Ya Allah, Dzat Yang mempunyai tali yang kuat dan urusan yang baik. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu rasa aman di hari persaksian. Syurga di hari kekekalan. Bersama orang-orang dekat lagi syuhada’. Bersama orang-orang yang rukuk lagi sujud. Bersama dengan orang-orang yang memenuhi janji-janjinya. Ya Allah, Sungguh Engkau Maha Cinta dan Kasih-Sayang. Dan Engkau bekerja sesuai dengan apa yang Engkau kehendaki sendiri. Ya Allah, jadikan kami orang-orang yang menjadi sebab orang lain mendapat petunjuk, dan kami sendiri bagian dari orang-orang yang mendapatkan petunjuk. Bukan orang-orang yang sesat lagi menyesatkan. Damai terhadap penolong-penolong-Mu. Perang terhadap musuh-musuh-Mu. Kami cinta dengan cinta-Mu kepada orang yang mencintai-Mu. Kami menentang dengan permusuhan-Mu terhadap orang yang melawan-Mu. Ya Allah, inilah do’a, telah kami panjatkan, karena itu sewajarnya Engkau mengabulkan. Ya Allah, kesungguhan telah kami buktikan, oleh karena itu Engkau pasti melapangkan.”
“Ya Allah berilah cahaya kepadaku, dan cahaya dalam hatiku, cahaya dalam kuburku, cahaya di hadapanku, cahaya di belakangku, cahaya di kananku, cahaya di kiriku, cahaya di atasku, cahaya di bawahku, cahaya di pendengaranku, cahaya di penglihatanku, cahaya di rambutku, cahaya di kulitku, cahaya di dagingku, cahaya di darahku dan cahaya di tulangku.”
Ya Allah besarkan cahaya untukku, dan berikan untukku cahaya dan berilah aku cahaya. Maha Suci Allah yang memiliki sifat kemuliaan, dan Dia pun berkata dengan kemuliaan, maha suci Allah yang memakai sifat keluhuran dan menjadi mulia dengan sifat keluhuran itu, maha suci Allah yang tidak layak tasbih kecuali untukNya, Maha suci Dzat yang memiliki keutamaan dan nikmat, maha suci Dzat yang memiliki keluhuran dan kemuliaan, Maha suci Dzat yang Memiliki kebesaran dan kemuliaan.” HR. Tirmidzi, Muhammad Bin Nasr dalam kitab Sholat, dan Thobroni dan baihaqi dalam Al-da’awaat. Hadist Shohih.
c. Do’a Ma’tsurat Bagian 3
17. Dari Baridah ra: “Ya Allah jadikanlah aku orang yang penyabar dan jadikanlah aku orang yang pandai bersyukur, dan jadikanlah aku dalam pandanganku kecil dan dalam pandangan manusia besar. (HR. Al-Bazzar. Hadis Hasan)
18. Dari Abdullah bin Mas’ud: “Ya Allah, persatukan hati-hati kami, perbaikilah keadaan kami, dan tunjukkanlah kepada kami jalan keselamatan. Selamatkan kami dari kegelapan menuju cahaya dan jauhkan kami dari kekejian yang terang-terangan maupun yang tersembunyi. Berkahilah kami pada pendengaran kami, penglihatan kami, hati kami, istri-istri kami dan anak keturunan kami. Ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha penerima taubat dan Maha penyayang. Jadikanlah kami orang-orang yang bersyukur dan memuji-Mu atas nikmat-Mu dan menerima nikmat tersebut, sempurnakanlah nikmat tersebut untuk kami.” HR. Thabrani dan al-hakim. Hadis hasan
19. Dari Ibnu Mas’ud ra: “Ya Allah sebagaimana Engkau telah ciptakan aku dengan baik, maka perbaikilah akhlakku” (HR. Ahmad. Hadis Hasan)
20. Dari Ibnu Mas'ud r.a., katanya: "Setengah dari doa Rasulullah saw. ialah - yang artinya: "Ya Allah, sesungguhnya kita mohon kepadaMu apa-apa yang menyebabkan datangnya kerahmatanMu dan apa-apa yang menyebabkan pengampunanmu, juga selamat dari dosa dan memperoleh dari semua kebaikan, demikian pula berbahagia dengan syurga dan selamat dari siksa api neraka."
21. "Dari Anas bin Malik berkata, bahwa Rasulullah selalu membaca dalam doanya: “Ya, Allah! Aku berlindung diri kepadaMu dari tidak berdaya, malas, pengecut, bakhil, lanjut usia, kekerasan hidup, lalai, melarat, kehinaan, dan kerendahan. Aku berlindung kepadaMu dari kemiskinan, kekufuran, kefasikan, kesesatan, kemunafikan, sum'ah dan riya'. Dan aku berlindung kepadaMu dari penyakit tuli, bisu, penyakit kusta, penyakit kulit dan seluruh penyakit yang buruk”.
22. Dari aisyah ra: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan usia jompo, perbuatan dosa dan hutang, fitnah kubur dan azab kubur, fitnah neraka dan azab neraka, keburukan fitnah kekayaan; aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kemiskinan dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Masih Dajjal. Ya Allah, cuci bersihlah kesalahan-kesalahanku dengan es dan embun. Bersihkanlah hatiku dari kesalahan-kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan kain yang putih dari kotoran. Dan jauhkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan jarak antara timur dan barat."
23. Dari Aisyah ra: “Ya Allah kami mohon kepada-Mu segala kebaikan, baik yang segera maupun yang akan datang, yang kami ketahui maupun yang tidak kami ketahui, kami mohon kepada-Mu dari segala kejahatan baik yang segera maupun yang akan datang, yang kami ketahui maupun yang tidak kami ketahui. Ya Allah kami mohon kepada-Mu kebaikan sebagaimana yang dimohon oleh hamba-Mu dan Nabi-Mu, Nabi Muhammad SAW, dan kami mohon perlindungan kepada-Mu dari segala kejahatan yang dimohon perlindungannya kepada-Mu oleh hamba-Mu dan Nabi-Mu (Nabi Muhammad SAW). Ya Allah kami mohon kepada-Mu (masuk ke dalam) sorga dan mohon kepada-Mu segala sesuatu yang mendekatkan kepadanya baik ucapan maupun perbuatan, dan kami mohon perlindungan kepada-Mu dari siksaan neraka dan segala sesuatu yang mendekatkan kepadanya baik ucapan maupun perbuatan. Ya Allah kami mohon kepada-Mu apapun putusan yang Engkau putuskan bagi kami, hendaknya Engkau jadikan akibatnya adalah kebaikan” HR. Ibnu Majah. (Hadis Sohih)
24. Dari Aisyah ra: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu, dengan perantara namaMu yang Suci, Baik, Penuh berkah, Paling Engkau sukai, yang apabila Engkau diminta dengannya Engkau kabulkan, Engkau dimohon dengannya, Engkau penuhi, Engkau dimohon kasih sayangMu, Engkau berikan, dimohon untuk memberikan jalan keluar kesulitan yang sedang dihadapi, Engkau berikan". (HR. Ibnu Majah. Hadis Shohih)
25. Dari Ibnu Umar ra: “Ya Allah, berikan kepada kami dari rasa takut kami kepada-Mu sesuatu yang akan membentengi kami dari maksiat kepada-Mu, anugerahkan kami dari ketaatan kami kepada-Mu sesuatu yang akan mengantarkan kami ke surga-Mu, dan berikan untuk kami dari keyakinan kami kepada-Mu sesuatu yang akan meringankan kami dalam menghadapi musibah dunia. Berikan kenikmatan pada pendengaran, penglihatan dan semua kekuatan dan potensi kami selama Engkau hidupkan kami, jadikan semua itu sebagai peninggalan kami. Jadikan pembalasan kami hanya kepada orang yang telah menzhalimi kami, tolonglah kami atas orang-orang yang memusuhi kami, jangan Engkau jadikan musibah menimpa kami dalam agama dan iman kami, jangan Engkau jadikan dunia ini sebagai puncak cita-cita dan ilmu kami, dan jangan Engkau kuasakan kami kepada orang-orang yang tidak takut kepada-Mu dan tidak menyayangi kami.” (HR. Tirmidzi dan Hakim - Hadis hasan)
26. Dari Abi Hurairah ra:" Ya Allah, semoga Engkau memberi manfaat terhadap ilmu yang Engkau berikan padaku, dan ajarilah aku sesuatu yang bermanfaat bagiku, tambahilah ilmuku, segala puji bagi Allah di semua keadaan, aku berlindung kepada Allah dari keadaannya ahli neraka " (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
27. Dari Ustman Bin Hunaif ra: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu dan menghadap kepadaMu dengan Nabi kami Muhammad shallallahu alaihi wasallam, Nabi pembawa rahmat. (Ya Muhammad), sesungguhnya aku menghadap denganmu kepada Tuhanmu (Tuhanku), agar memenuhi keperluanku ini. Ya Allah, jadikanlah ia penolongku.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah dan Hakim)
d. Do’a Ma’tsurat Bagian 4
28. Dari Ibnu Abbas ra: “Ya Allah berilah cahaya kepadaku, cahaya dalam hatiku, cahaya dalam lisanku, cahaya pada penglihatanku, cahaya pada pendengaranku, cahaya di kananku, cahaya di kiriku, cahaya di atasku, cahaya di bawahku, cahaya di depanku, cahaya di belakangku, dan jadikan pada diriku cahaya, dan besarkan cahaya padaku”. (HR. Ahmad dan Muttafaq alaih dan Nasa’i. Hadist Shohih)
29. Dari abi Hurairoh ra: " Ya Allah, perbaikilah agamaku yang menjadi pegangan perkaraku, perbaikilah duniaku yang menjadi penghidupanku, perbaikilah akhiratku yang menjadi tempat kembaliku, dan jadikanlah hidupku sebagai tambahan dalam tiap kebaikan, dan menjadikanlah mati sebagai tempat istirahatku dari tiap kejelekan" (HR. Muslim. Hadist Shohih)
30. Dari Ibnu Mas’ud ra: “Ya Allah sesungguhnya aku minta petunjuk, taqwa, terjaga dan kaya.”
31. Dari Aisyah ra: “Ya Allah, aku berlindung dengan ridha-Mu dari kemurkaan-Mu, dan dengan keselamatan-Mu dari siksa-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari (siksa)-Mu. Aku tidak dapat lagi menghitung pujian yang ditujukan kepada-Mu. Engkau adalah sebagaimana pujian-Mu terhadap diri-Mu sendiri.” (Hadist Hasan)
32. Dari Abi Hurairah ra: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kemurnian iman dan budi pekerti yang baik serta kesuksesan yang disertai oleh keberuntungan, dan aku mohon rahmat, kesehatan (keselamatan), pengampunan dan keridlaan dari-Mu.” Ya Allah ampunilah semua dosa-dosa dan kesalahanku. Ya Allah, angkatlah derajatku dan cukupkanlah hidupku, bimbinglah aku kepada amal dan akhlak yang baik, karena tidak ada yang membimbing kepada yang baik dan memalingkan dari yang buruk kecuali Engkau ’Ya Allah, dengan adanya Engkau mengetahui yang ghaib dan dengan kemahakuasaan-Mu untuk menciptakan makhluk, perpanjanglah hidupku bila Engkau mengetahui bahwa kehidupan selanjutnya lebih baik bagiku, matikanlah aku dengan segera, bila Engkau mengetahui bahwa kematian lebih baik bagiku ,Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar aku takut kepada-Mu dalam keadaan sembunyi (sepi) atau keramaian, Aku memohon kepada-Mu agar dapat berpegangan dengan kalimat ikhlas di waktu rela atau marah, Aku memohon kepada-Mu agar aku bisa melaksanakan kesederhanaan dalam keadaan fakir ataupun kaya , Aku memohon kepada-Mu agar diberikan nikmat yang tidak habis, Aku memohon kepada-Mu agar diberikan ketenangan yang tidak putus, Aku memohon kepada-Mu agar aku dapat rela setelah qadha-Mu (turun kepada kehidupanku), Aku memohon kepada-Mu kehidupan yang menyenangkan setelah aku meninggal dunia, Aku memohon kepada-Mu agar aku dapat menikmati memandang wajah-Mu (di surga), rindu bertemu dengan-Mu tanpa penderitaan yang membahayakan (fisik dan agamaku) dan fitnah yang menyesatkan, Ya Allah, hiasilah kami dengan keimanan dan jadikanlah kami sebagai penunjuk jalan (lurus) yang memperoleh bimbingan dari-Mu.
35. Dari Aisyah ra: “Ya Allah Tuhan Jibril dan Mikail dan Tuhan Isrofil, aku berlindung kepadaMu dari panasnya neraka dan dari siksa kubur”. (HR. Nasa’i. Hadist Hasan)
36. Dari Anas ra, “Ya Allah, tuhan manusia yang menghilangkan sakit, sembuhkanlah wahai Dzat yang menyembuhkan, tiada yang bisa menyembuhkan kecuali Engkau, sembuhkanlah dengan kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit”. (HR. Ahmad, dan Bukhori. Termasuk hadits shahih)
37. Dari Anas ra: “ Tuhanku, berilah kami kebaikan di dunia, dan kebaikan di akhirat dan selamatkanlah kami dari siksa api neraka.” (HR. Muttafaq alaih. Hadist Shohih)
38. Dari Abi Hurairah ra, “Ya Allah, aku berlindung padamu dari siksa kubur, dan aku berlindung pada-Mu dari siksa neraka, aku berlindung pada-Mu dari fitnah kehidupan dan kematian, dan aku berlindung pada-Mu dari fitnah al-Masih Dajjal”. (HR. Bukhori, dan Nasa’i. Termasuk hadits shahih)
39. Dari Abi Musa ra, “Ya Allah, ampunilah untukku kesalahan, kebodohan, urusanku yang melampaui batas, dan segala sesuatu yang Engkau lebih tahu daipada aku. Ya Allah ampunkan untukku kasalahan yang tidak sengaja dan yang disengaja, senda gurau, serius dan semua kesalahan itu ada padaku. Ya Allah ampunkan untukku apa-apa yang telah lalu, yang akan datang, yang tidak tampak maupun yang tampak. Engkaulah Dzat yang mendahulukan ampunan dan Engkau pula Dzat yang mengakhirkan, dan Engkau berkuasa atas segala sesuatu”. (HR. Bukhori, dan Muslim. Termasuk hadits shahih
e. Do’a Ma’tsurat Bagian 5
40. Dari Ibnu Umar ra, “Ya Allah, engkaulah yang menciptakan diriku dan engkau pula yang mewafatkannya, ditanganmu kematian dan kehidupanku. Jika engkau hidupkan diriku, maka jagalah. Dan jika engkau mematikan diriku, maka ampunilah. (HR. Muslim. Termasuk Hadits Shahih. Jami’us Shaghir: 56-62)
41. Dari Thariq bin Asy-yam ra, katanya: "Seseorang itu apabila masuk Islam, lalu Nabi s.a.w. mengajarkan shalat padanya, kemudian orang itu diperintah supaya berdoa dengan kalimat-kalimat ini - yang artinya: Ya Allah, berikanlah kepada saya pengampunan, kerahmatan, petunjuk, kesehatan dan rezeki." (HR Muslim)
42. Dalam riwayat Imam Muslim lainnya disebutkan: Dari Thariq bahwasanya ia mendengar Nabi s.a.w. yang pada ketika didatangi oleh seseorang lelaki lalu berkata: "Ya Rasulullah, bagaimanakah yang harus saya ucapkan di waktu saya akan memohonkan sesuatu pada Tuhanku?" Beliau s.a.w. bersabda: "Katakanlah - yang artinya: Ya Allah, berikanlah pengampunan padaku, kerahmatan, kesehatan dan rezeki, sebab doa ini dapat menghimpun segala kepentinganmu dalam urusan dunia serta akhiratmu."
43. Dari Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash radhiallahu 'anhuma, katanya: "Rasulullah s.a.w. mengucapkan - dalam doanya yang artinya: "Ya Allah, Zat yang Maha mengubah-ubah hati, ubah-ubahlah hati kita - dari satu kepada lain keadaan - untuk terus menetapi ketaatan padaMu." (HR Muslim)
44. Dari Abu Hurairah ra dari Nabi s.a.w., sabdanya: "Mohonlah engkau perlindungan kepada Allah daripada kesengsaraan bencana, kecelakaan, buruknya ketentuan dan kegembiraan musuh karena bahaya yang kita peroleh." (Muttafaq 'alaih) Dalam riwayat lain disebutkan: Abu Sufyan-yang meriwayatkan Hadis ini - berkata: "Saya sangsi bahwa saya menambah salah satu dari empat macam permohonan di atas itu."
45. Dari Ali ra, katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda kepada saya: "Ucapkanlah: Allahummahdini wa saddidny - Ya Allah, berikanlah petunjuk kepadaku dan lempangkanlah perjalananku." Dalam riwayat lain disebutkan: "Allahumma inni as-alukal huda wassadad" - Ya Allah, sesungguhnya saya mohon kepadaMu akan petunjuk dan kelempangan perjalanan. (HR Muslim)
46. Dari Anas ra, katanya: "Rasulullah s.a.w. mengucapkan-dalam doanya yang artinya: Ya Allah, sesungguhnya saya mohon perlindungan padaMu dari kelemahan dan kemalasan, kelicikan, usia terlampau tua dan kikir. Saya juga mohon perlindungan padaMu daripada siksa kubur dan saya mohon perlindungan pula padaMu dari fitnahnya hidup dan mati." Dalam riwayat lain disebutkan: "Juga dari beratnya beban hutang dan dikalahkan oleh orang-orang - yakni jangan sampai berbuat kezaliman ataupun dizalimi orang lain." (HR Muslim)
47. Dari Abu Bakar as-Shiddiq ra bahwasanya ia berkata kepada Rasulullah s.a.w.; "Ajarkanlah kepada saya sesuatu doa yang dapat saya baca dalam shalatku!" Beliau s.a.w. bersabda: "Katakanlah - yang artinya: Ya Allah, sesungguhnya saya telah menganiaya diriku sendiri dengan penganiayaan yang banyak sekali dan tidak dapat mengampunkan semua dosa itu kecuali Engkau, maka berikanlah untukku pengampunan dari hadhiratMu dan belas kasihanilah saya, sesungguhnya Engkau adalah Maha Pengampun lagi Penyayang." (Muttafaq 'alaih) Dalam riwayat lain disebutkan: "Dalam rumahku - yakni doa yang perlu saya baca dalam rumahku." Dalam riwayat lain disebutkan: "penganiayaan yang banyak," ada yang mengatakan: "penganiayaan yang besar," dengan tsa' yang bertitik tiga dan dengan ba' bertitik satu. Maka seyogyanya supaya dua kata itu dihimpunkan, lalu dikatakan: "katsiran kabiran - yang banyak dan besar."
48. Dan Aisyah radhiallahu 'anha bahwasanya Nabi s.a.w. itu mengucapkan dalam doanya-yang artinya: Ya Allah, sesungguhnya saya mohon perlindungan kepadaMu daripada kejahatannya apa yang saya kerjakan dan dari kejahatannya apa yang tidak saya kerjakan. (HR Muslim)
49. Dari Zaid bin Arqam ra, katanya: "Rasulullah s.a.w. mengucapkan - dalam doanya yang artinya: Ya Allah, sesungguhnya saya mohon perlindungan kepadaMu daripada kelemahan dan kemalasan, kekikiran dan usia terlampau tua serta siksa kubur. Ya Allah, berikanlah kepada jiwaku ini untuk dapat bertaqwa kepadaMu, juga sucikanlah jiwaku itu karena Engkau adalah sebaik-baik Zat yang dapat menyucikannya. Engkaulah yang Maha Menguasai serta yang menjadi Tuhannya. Ya Allah, sesungguhnya saya mohon perlindungan kepadaMu daripada ilmu pengetahuan yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak dapat khusyu',dari jiwa yang tidak puas-puas dan dari doa yang tidak dikabulkan." (HR Muslim)
f. Do’a Ma’tsurat Bagian 6
50. Dari Ibn Abbas ra, sungguh Rasulullah saw pernah bersabda, “Ya Allah, hanya pada-Mu aku berserah diri, dan beriman, atas Engkau aku tawakal, hanya padamu aku kembali, hanya dengan-Mu aku mengadu, hanya pada-Mu aku mohon keadilan. Maka ampunilah apa-apa yang telah aku lalui dan yang belum aku lalui, yang tidak tampak dan yang tampak. Engkaulah Dzat yang terdahulu dan yang terakhir. Tidak ada tuhan yang hak kecuali Engkau”. Dalam sebagian riwayat ditambah dengan, “ Tidak ada dan upaya kecuali hanya dengan pertolongan Allah”. (HR. Bukhori, dan Muskim. Kitab Riyadus Shalihin: 1480).
51. Dari Aisyah radhiallahu 'anha bahwasanya Nabi s.a.w. berdoa dengan kalimat-kalimat ini - yang artinya: Ya Allah, sesungguhnya saya mohon perlindungan kepadaMu daripada fitnah-nya neraka dan siksanya neraka, juga dari keburukannya kekayaan dan kefakiran. Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Tirmidzi dan Tirmidzi mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih. Ini adalah lafaznya Imam Abu Dawud.
52. Dari Syakl bin Humaid ra, katanya: "Saya berkata: "Ya Rasulullah, ajarkanlah kepada saya sesuatu doa!" Beliau s.a.w. bersabda: "Katakanlah - yang artinya: Ya Allah, saya mohon perlindungan kepadaMu daripada keburukan pendengaranku dan dari keburukan penglihatanku dan dari keburukan lidahku dan dari keburukan hatiku serta dari keburukan maniku." Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Tirmidzi dan Tirmidzi mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.
53. Dari Anas ra, sungguh Rasulullah saw pernah bersabda, “Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari sakit belang, gila, kusta, dan buruknya penyakit”. (HR. Abu Daud, dengan sanad yang shahih. Kitab Riyadus Shalihin: 1484)
54. Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Rasulullah s.a.w. mengucapkan - dalam doanya yang artinya: "Ya Allah, sesungguhnya saya mohon perlindungan padaMu daripada kelaparan, sebab sesungguhnya lapar itu adalah seburuk-buruknya teman tidur. Juga saya mohon perlindungan padaMu dari berkhianat, karena sesungguhnya khianat itu adalah seburuk-buruknya sifat yang menjadi ciri seseorang." (HR. Imam Abu Dawud dengan isnad shahih)
55. Dari Ali ra bahwsanya seorang budak mukatab - yaitu seorang hamba sahaya yang dapat menjadi merdeka apabila dapat menebus harga dirinya sendiri kepada tuan yang memilikinya -datang padanya lalu berkata: "Sesungguhnya saya ini tidak kuat untuk membayar harga tebusan diriku ini, maka itu berilah pertolongan kepadaku!" Ali ra berkata: "Tidakkah engkau suka kalau saya ajarkan kepadamu beberapa kalimat yang saya diajari oleh Rasulullah s.a.w., andaikata engkau mempunyai hutang - atau tanggungan - seperti gunung sekalipun, tentu Allah akan menunaikan hutangmu itu? Yaitu, katakanlah: Allahummakfini bihatalika 'an haramika wa aghnini bifadh-lika 'amman siwaka - Ya Allah, cukupkanlah, saya dengan memperoleh apa-apa yang halal daripadaMu untuk tidak sampai melanggar apa-apa yang menjadi keharamanMu dan perkayakanlah diriku dengan memperoleh keutamaan daripadaMu sehingga tidak memerlukan yang selain daripadaMu." Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.
56. Dari Imran bin al-Hushain radhiallahu 'anhuma bahwasanya Nabi s.a.w. mengajarkan kepada ayahnya yaitu Hushain akan dua kalimat yang dapat digunakan sebagai doa, yaitu - yang artinya: Ya Allah, berikanlah ilham padaku berupa kelapangan jalanku dan lindungilah saya dari kejahatan diriku sendiri. Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.
g. Do’a Ma’tsurat Bagian 7 (terakhir)
57. Dari Abdul Fadhli yaitu al-'Abbas bin Abdul Muthalib ra, katanya: "Saya berkata: "Ya Rasulullah, ajarkanlah pada saya sesuatu doa untuk bermohon kepada Allah Ta'ala." Beliau s.a.w. bersabda: "Mohonlah akan keselamatan kepada Allah." Saya tetap beberapa hari berdoa seperti itu, kemudian saya mendatanginya lagi lalu berkata: "Ya Rasulullah, ajarkanlah kepada saya sesuatu doa untuk bermohon kepada Allah Ta'ala." Beliau s.a.w. bersabda kepada saya: "Hai 'Abbas, paman Rasulullah, mohonlah kepada Allah akan keselamatan di dunia dan akhirat." Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis shahih.
58. Dari Syahr bin Hausyab, katanya: "Saya berkata kepada Ummu Salamah radhiallahu 'anha: "Hai Ummul mu'minin, bagaimanakah doa Rasulullah s.a.w. yang sebagian banyak sekali, jikalau beliau itu ada di sisimu?" la menjawab: "Sebagian banyak doa beliau s.a.w. itu ialah - yang artinya: "Wahai Zat yang membolak-balikkan keadaan hati. Tetapkanlah hatiku atas agamaMu." Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.
59. Dari Abu Darda' ra, katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Setengah daripada doanya Nabi Dawud a.s. ialah - yang artinya: Ya Allah, sesungguhnya saya mohon kepadaMu untuk mencintaiMu dan mencintai orang yang cinta kepadaMu, juga perbuatan yang dapat menyampaikan diriku ke arah dapat mencintai padaMu. "Ya Allah, jadikanlah kecintaan padaMu itu yang lebih saya cintai daripada diri saya sendiri, juga melebihi kecintaan pada keluargaku serta melebihi kecintaan kepada air yang dingin." Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.
60. Dari Anas ra, katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Kekalkanlah - ketika berdoa itu - dengan menggunakan lafaz: Ya Dzal jalali wal Ikram - Hai Zat yang memiliki keperkasaan dan kemuliaan." Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi. Imam an-Nasa'i juga meriwayatkan Hadis ini dari riwayat Rabi'ah bin 'Amir as-Shahabi. Imam Hakim berkata bahwa Hadis ini shahih isnadnya.
61. Dari Abu Umamah ra, katanya: "Rasulullah s.a.w. berdoa dengan doa yang banyak sekali, kita tidak dapat hafal sedikitpun dari doanya itu. Kita lalu berkata: "Ya Rasulullah, Tuan telah berdoa dengan sesuatu doa yang banyak sekali, sehingga kita tidak dapat hafal sedikitpun daripadanya." Beliau s.a.w. lalu bersabda: "Tidakkah engkau semua suka kalau saya tunjukkan kepadamu semua sesuatu doa yang menghimpun keseluruhannya itu? Yaitu supaya engkau mengucapkan - yang artinya: "Ya Allah, sesungguhnya saya mohon kepadaMu dari kebaikan sesuatu yang dimohonkan oleh NabiMu yaitu Muhammad s.a.w. Saya juga mohon perlindungan kepadaMu dari kejahatannya sesuatu yang dimohoni perlindungannya oleh NabiMu yaitu Muhammad s.a.w. Engkau adalah yang dimohoni pertolongan dan atas pertolonganMulah adanya kecukupan - sampai memperoleh apa yang diinginkan dari kebaikan dunia dan akhirat. Dan tiada daya serta tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah." Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.
62. Dari Ibnu Mas'ud ra, katanya: "Setengah dari doa Rasulullah s.a.w. ialah - yang artinya: "Ya Allah, sesungguhnya kita mohon kepadaMu apa-apa yang menyebabkan datangnya kerahmatanMu dan apa-apa yang me yebabkan pengampunanmu, juga selamat dari dosa dan memperoleh dari semua kebaikan, demikian pula berbahagia dengan surga dan selamat dari siksa api neraka." Diriwayatkan oleh Imam Hakim yaitu Abu Abdillah dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis shahih menurut syarat Imam Muslim.
63. Dari Abu 'Umarah, yaitu Albara' bin 'Azib radhiallahu 'anhuma, katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Hai Fulan, jikalau engkau bertempat di tempat tidurmu - maksudnya jikalau hendak tidur - maka katakanlah - doa yang artinya: "Ya Allah, saya menyerahkan diriku padaMu, saya menghadapkan mukaku padaMu, saya menyerahkan urusanku padaMu, saya menempatkan punggungku padaMu, karena loba akan pahalaMu dan takut siksaMu, tiada tempat bersembunyi dan tiada pula tempat keselamatan kecuali kepadaMu. Saya beriman kepada kitab yang Engkau turunkan serta kepada Nabi yang Engkau rasulkan. Sesungguhnya engkau - hai Fulan, jikalau engkau mati pada malam harimu itu, maka engkau akan mati menetapi kefithrahan - agama Islam - dan jikalau engkau masih dapat berpagi-pagi, - masih tetap hidup sampai pagi harinya, maka engkau dapat memperoleh kebaikan." (Muttafaq 'alaih)
64. “Dari Anas bin Malik bahwasanya Nabi Muhammad shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda : Jika seseorang keluar dari rumahnya dan mengucapkan –yang artinya-: Dengan Nama Allah aku bertawakkal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan dari Allah”. Malaikat akan berkata : Engkau diberi petunjuk, dicukupi, dan dilindungi, sehingga syaitan menyingkir darinya” HR. Abu Dawud dan Tirmidzi dan Nasa’I dan lainnya. Dan Tirmidzi berkata: Hadist Hasan. Abu Dawud menambahkan: “syaitan yang lain berkata : Bagaimana engkau bisa mengganggu seseorang
2. Diperbolehkannya Do’a Untuk Penyembuhan
65. Dari Aisyah radhiallahu 'anha bahwasanya Nabi s.a.w. itu apabila ada seseorang yang mengeluh karena ada sesuatu yang dirasa sakit pada dirinya atau ada luka, kecil atau besar, maka Nabi s.a.w. berdoa dengan menggunakan jari tangannya sedemikian. Sufyan bin 'Uyainah yang meriwayatkan Hadis ini menunjukkan cara menggunakan jari itu, yakni telunjuknya diletakkan di bumi lalu diangkat dan di waktu meletakkan itu mengucapkan - yang artinya: ''Dengan menyebut nama Allah, ini adalah tanah bumi kita, dicampur dengan ludah sebagian dari kita, dengannya dapat di-sembuhkan orang sakit di antara kita, dengan izin Tuhan kita."
66. Dari Aisyah radhiallahu 'anha pula bahwasanya Nabi s.a.w. pada suatu waktu meninjau setengah dari keluarganya yang sakit. Beliau s.a.w. mengusap dengan tangannya yang kanan dan mengucapkan - yang artinya: "Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah kesukaran - yakni penyakit - ini. Sembuhkanlah, Engkau sajalah yang dapat menyembuhkan. Tiada kesembuhan kecuali kesembuhan daripadaMu, yakni kesembuhan yang tidak lagi meninggalkan penyakit." (Muttafaq 'alaih)
67. Dari Anas ra bahwasanya ia berkata kepada Tsabit rahima-hullah: "Sukakah engkau saya beri ucapan mantera-mantera dengan mantera-mantera yang diberikan oleh Rasulullah s.a.w.?" la menjawab: "Baiklah." Anas mengucapkan - yang artinya: "Ya Allah, Tuhan sekalian manusia, yang dapat melenyapkan kesukaran -penyakit. Sembuhkanlah, Engkau sajalah yang dapat menyembuhkan. Tiada yang kuasa menyembuhkan kecuali Engkau, suatu kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit." (HR Bukhari)
68. Dari Sa'ad bin Abu Waqqash ra, katanya: "Saya dikunjungi oleh Rasulullah s.a.w. - waktu ia menderita sakit - lalu beliau s.a.w. mengucapkan - yang artinya: "Ya Allah, sembuhkanlah Sa'ad, ya Allah, sembuhkanlah Sa'ad, ya Allah, sembuhkanlah Sa'ad." (HR Muslim)
69. Dari Abu Abdillah yaitu Usman bin Abul 'Ash ra bahwasanya ia mengadu kepada Rasulullah s.a.w. karena adanya suatu penyakit yang diderita dalam tubuhnya, lalu Rasulullah s.a.w. bersabda padanya: "Letakkanlah tanganmu pada tempat yang engkau rasa sakit dari tubuhmu itu, kemudian ucapkanlah "Bismillah" tiga kali, lalu ucapkanlah pula sebanyak tujuh kali-yang artinya: "Saya mohon perlindungan dengan kemuliaan Allah dan kekuasaanNya dari keburukannya sesuatu yang saya peroleh dan saya takutkan." (HR Muslim)
70. Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma dari Nabi s.a.w., sabdanya: "Barangsiapa yang meninjau orang sakit yang belum waktunya untuk didatangi oleh ajal kematiannya, lalu orang yang meninjau tadi mengucapkan untuk yang sakit itu sebanyak tujuh kali, yaitu ucapan – yang artinya: "Saya mohon kepada Allah yang Maha Agung, yang menguasai 'arasy yang agung, semoga Allah menyembuhkan penyakitmu, melainkan Allah akan menyembuhkan orang tadi dari penyakit yang dideritainya." Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Tirmidzi dan Tirmidzi mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan. Imam Hakim berkata bahwa Hadis ini adalah shahih menurut syaratnya Imam Bukhari.
71. Dari Ibnu Abbas ra pula bahwasanya Nabi s.a.w. masuk ke tempat A'rab- penghuni pedalaman negeri Arab - untuk meninjaunya-karena sakit-dan Nabi s.a.w. itu apabila masuk ke tempat orang sakit untuk meninjaunya, maka beliau mengucapkan - yang artinya: "Tidak ada halangan apa-apa. Ini sebagai pencuci dosa-dosamu Insya Allah." (Riwayat Bukhari)
72. Dari Abu Said al-Khudri ra bahwasanya Jibril mendatangi Nabi s.a.w. lalu berkata: "Hai Muhammad, adakah anda sakit?" Beliau s.a.w. menjawab: "Ya." Jibril lalu mengucapkan - yang artinya: "Dengan nama Allah, saya memberikan mantera-mantera padamu, dari segala macam bahaya yang menyakitkan dirimu, juga dari semua hati dan mata yang mendengki. Allah akan menyembuhkan penyakitmu. Dengan nama Allah, saya memberikan mantera-mantera padamu." (HR Muslim)
73. Dari Abu Said dan Abu Hurairah radhiallahu 'anhuma bahwasanya keduanya itu menyaksikan Rasulullah s.a.w. bahwa beliau bersabda: "Barangsiapa yang mengucapkan - yang artinya: "Tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah adalah Maha Besar," maka ucapannya itu akan dibenarkan oleh Tuhannya dan Tuhan berfirman: "Tiada tuhan selain Aku dan Aku adalah Maha Besar." Kemudian jikalau orang itu mengucapkan - yang artinya: "Tiada Tuhan melainkan Allah yang Maha Esa, tidak ada sekutuNya," maka Tuhan berfirman: "Tiada Tuhan melainkan Aku yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiKu." Seterusnya apabila orang itu mengucapkan - yang artinya: "Tiada Tuhan melainkan Allah, bagiNya adalah segenap kerajaan dan baginya pula segala puji-pujian," maka Allah berfirman: "Tiada Tuhan melainkan Aku, bagiKu segenap kerajaan dan bagiKu pula segala puji-pujian." Dan jikalau orang itu mengucapkan - yang artinya: "Tiada Tuhan melainkan Allah dan tiada daya serta tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah," maka Allah berfirman: "Tiada Tuhan melainkan Aku dan tiada daya serta tiada kekuatan melainkan dengan pertolonganKu." Selanjutnya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang mengucapkan semua di atas itu di waktu sakitnya lalu ia meninggal dunia, maka ia tidak akan dapat dimakan oleh api neraka." Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.
3. Disunnahkan Mengangkat Kedua Tangan Saat Berdoa
74. Diriwayatkan kepada kami dalam kitab Tirmidzi, dari umar ra: bahwa Nabi saw bila mengangkat tangan saat berdo’a tidak menurunkannya sampai mengusap wajah dengan kedua tangannya.
75. Dari Salman ra bahwa Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya Tuhanmu Pemalu dan Pemurah, Dia akan malu terhadap hamba-Nya bila ia mengangkat tangan kepada-Nya lalu Dia mengembalikannya dengan tangan kosong." HR Imam Empat selain Nasa'i. Hadits shahih menurut Hakim.
76. Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: "Rosulullah saw pernah bersabda: "Sesungguhnya Allah itu baik, tidak mau menerima sesuatu kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang- orang mukmin (seperti) apa yang telah diperintahkan kepada para rasul, Allah berfirman, "Wahai para Rasul makanlah dari segala sesuatu yang baik dan kerjakanlah amal shalih" (QS Al Mukminun:51). Dan Dia berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari apa-apa yang baik yang telah Kami berikan kepadamu" (QS Al Baqarah: 172). Kemudian beliau menceritakan kisah seorang laki- laki yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu. Dia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa: "Wahai Robbku, wahai Robbku", sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan (perutnya) dikenyangkan dengan makanan haram, maka bagaimana mungkin orang seperti ini dikabulkan do'anya." (HR. Muslim)