BAB II: SHOLAWAT

BAB II: SHOLAWAT
A.Keutamaan Bersholawat Atas Nabi SawAlloh swt berfirman: “Sesungguhnya Alloh dan para Malaikat-NYA senantiasa bersholawat kepada Nabi, wahai para manusia yang beriman, bersholawatlah kamu sekalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”.( QS Al-ahzab : 56).

1. Diriwayatkan dari sahabat Abdullah bin Umar bin ‘Ash ra bahwasanya ia telah mendengar Rasululloh saw berkata: “Barangsiapa bersholawat sebanyak satu kali atasku, maka akan dibalas baginya sepuluh kebajikan”.( HR Muslim )
2. Diriwayatkan dari Abi Hurairoh ra, ia berkata, telah bersabda Rasulullah saw: Betapa hinanya seseorang yang di sisinya disebutkan namaku dan dia tidak bersholawat atasku. ( HR. At-Tirmidzi, Hadist Hasan).
3. Juga diriwayatkan dari Abi Hurairah ra, ia berkata, Rasulullah saw bersabda: "Janganlah engkau semua membuat kuburku itu sebagai hari raya -yakni untuk tempat berkumpul-kumpul guna bersenang-senang. Dan bacalah shalawat atasku karena sesungguhnya bacaan shalawat kalian itu akan sampai padaku, di mana saja kalian semua berada." (HR Imam Abu Dawud dengan isnad shahih)
4. Juga diriwayatkan dari Abi Hurairah ra bahwasanya Rasulullah saw bersabda: "Tiada seorangpun yang memberi salam padaku, melainkan Allah mengembalikan ruhku, sehingga saya menjawab salam orang itu." (HR Imam Abu Dawud dengan isnad shahih)
5. Dari Ali ra, ia berkata, Rasulullah saw bersabda: "Orang yang pelit adalah orang yang apabila namaku disebut disisinya ia tidak membaca shalawat atasku". (HR Imam Tirmidzi, Hadits ini hasan shahih)b. 

Kesunnahan Memperbanyak Sholawat Kepada Nabi Saw Terutama Pada Hari Jum’at dan Malam Harinya
1. Dari Ibnu Mas'ud ra bahwasanya Rasulullah saw bersabda: "Manusia Yang paling utama bagiku pada hari kiamat ialah orang yang paling banyak bacaan shalawatnya atasku," (HR Imam Tirmidzi, Hadis hasan)
2. Dari Aus bin Aus ra, ia berkata, Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya di antara hari-hari kalian yang paling utama adalah hari Jum'at, maka perbanyaklah membaca shalawat padaku di hari itu, sebab sesungguhnya bacaan shalawatmu itu ditunjukkan kepadaku." Para sahabat berkata: "Ya Rasulullah, bagaimanakah shalawat kita semua itu dapat ditunjukkan kepada Tuan, sedangkan Tuan sudah hancur tubuhnya?" Dalam sebagian riwayat disebutkan: dengan kata-kata: "Sedangkan Tuan telah rusak tubuhnya?" Nabi saw lalu bersabda: "Sesungguhnya Allah mengharamkan tanah untuk menghancurkan tubuhnya para Nabi." (HR Imam Abu Dawud dengan isnad shahih)
3. Kesunnahan Membaca Tahmid dan Sholawat Nabi saw Sebelum Berdoa
Dari Fudholah bin 'Ubaid ra, ia berkata, Rasulullah saw pernah mendengar seseorang yang berdoa dalam shalatnya, tetapi ia tidak mengucapkan pujian kepada Allah Ta'ala dan tidak pula membaca shalawat pada Nabi saw, lalu Rasulullah saw bersabda: "Tergesa-gesa sekali orang ini," kemudian orang itu dipanggilnya. Nabi saw lalu berkata pada orang itu dan pada yang orang lain juga: "Jikalau seseorang diantara kalian hendak berdoa, maka hendaklah memulai dengan mengucapkan pujian kepada Tuhannya yang Maha Suci serta pujaan padaNya, lalu membaca shalawat kepada Nabi saw, kemudian ia berdoa dengan apapun yang dikehendaki." (Imam Abu Dawud dan Tirmidzi, ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis shahih).
d. Keutamaan Majlis Shalawat dan Salam Atas Nabi Saw
1. "Tiadalah kaum menghadiri majlis sampai berpisah dari dzikir kepada Allah dan shalawat kepada Nabi saw, melainkan mereka akan berdiri dalam keadaan lebih busuk dari bangkai." (HR At-Thayalisi, Baihaqi, dan ad-Dhiya. Hadits Shahih)
2. Dari Abi Hurairah ra: Tiadalah suatu kaum berkumpul dalam suatu majlis kemudian berpisah dan tanpa berdzikir kepada Allah dan bersholawat atas Nabi SAW melainkan mereka akan saling menjauh pada hari kiamat. (HR Ahmad dan Ibnu Hibban. Hadist Shohih)
3. Dari Abi Hurairah dan Abi Sa’id: Tidaklah duduk suatu kaum dalam suatu majlis tanpa berdzikir kepada Allah di dalamnya dan tidak bersholawat atas Nabi mereka melainkan mereka akan terputus (menyendiri). Jika Allah menghendaki Dia akan menyiksa mereka atau mengampuni mereka. (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud.)