Bab V: Keutamaan Majlis Dzikir Dan Do’a Dan Membaca Sholawat Atas Nabi Saw

Bab V: Keutamaan Majlis Dzikir Dan Do’a Dan Membaca Sholawat Atas Nabi Saw


Allah SWT berfirman: “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka..”(QS. Al-Kahfi:28)

a. Keutamaan Majlis Dzikir, Do’a Dan Sholawat Bag. 1

1. Diriwayatkan dari sahabat Abi Hurairah r.a berkata: Rasulullah saw berkata: Sesungguhnya Allah swt mempunyai malaikat yang berkeliling mereka mencari jama’ah dzikir, jika mereka dapatkan kaum yang berdzikir kepada Allah swt, maka mereka saling memanggil: “Kemarilah kepadaku” lalu mereka mengelilingi jama’ah dzikir dengan sayap-sayap mereka sampai langit dunia lalu Allah swt bertanya kepada mereka - meskipun Allah sudah tahu: “Apa yang telah diucapkan para hambaku?” Nabi bercerita: para malaikat menjawab: “Mereka bertasbih, bertakbir, bertahmid, dan mengagung-agungkan kepada-Mu”, Allah swt bertanya: “Apakah mereka pernah melihat-KU?” para malaikat menjawab: “Tidak, demi Allah mereka belum pernah melihat-MU”, Allah swt bertanya lagi: “Bagaimana seandainya mereka pernah melihat-KU?” Nabi berkata: para malaikat menjawab: “Seandainya mereka pernah melihat-MU, maka mereka adalah orang yang ahli beribadah kepada-MU, dan lebih mengagung-agungkan-MU, dan lebih banyak bertasbih kepada-MU”, Allah swt bertanya: “Apa yang mereka minta?” Nabi berkata: para malaikat menjawab: “Mereka minta kepada-MU surga”, Allah bertanya: “Apakah mereka pernah melihat surga?” Nabi berkata: para malaikat menjawab: “Tidak, demi Allah, ya tuhanku mereka belum pernah melihat surga”. Allah bertanya: “Bagaimana jika mereka pernah melihat surga?” Nabi bercerita: para malaikat menjawab: “Andai mereka pernah melihat surga pastilah mereka lebih semangatnya untuk meraih dan mencari surga dan lebih besar cintanya untuk meraih surga”. Allah bertanya: “Dari apa mereka berlindung?” Nabi bercerita: para malaikat menjawab: “Mereka minta perlindungan dari neraka”, Allah swt bertanya: “Apakah mereka pernah melihat neraka?” Nabi bercerita: para malaikat menjawab: “Tidak, demi Allah mereka belum pernah melihat neraka”, Allah swt bertanya: “Bagaimana seandainya mereka pernah melihat neraka?” Nabi bercerita: para malaikat menjawab: “Seandainya mereka pernah melihat neraka, maka pastilah mereka akan lari dari neraka dan lebih takut pada neraka. Nabi bercerita: Allah swt berkata: “Kepada para malaikat Allah bersaksi, bahwa Aku benar-benar telah mengampuni kamu semua”, Nabi bercerita: dari para malaikat ada malaikat yang bertanya: “Diantara mereka ada fulan yang bukan termasuk dari golongan dzikir, sesungguhnya dia datang hanya untuk keperluan yang lain”. Allah berkata: “Mereka adalah satu majlis, tidak akan celaka bersama mereka orang lain yang ikut bersama mereka”. Mutttafaq ‘alaih.

2. Diriwayatkan dari sahabat Abi Hurairah r.a dari Nabi saw berkata: Sesungguhnya Allah mempunyai malaikat mereka mencari majlis-majlis dzikir, jika mereka menemui sebuah majlis yang di dalamnya ada dzikir, mereka duduk bersama para majlis dan melindungi sebagian mereka pada yang lain dengan sayap-sayap mereka hingga mereka memenuhi tempat antara mereka dengan langit dunia, jika majlis telah selesai maka para malaikat naik ke langit, kemudian Allah swt bertanya kepada para malaikat – meskipun Allah sudah tahu: “Dari manakah kamu datang?” Para malaikat menjawab: “Kami datang dari sisi hamba-MU di bumi, mereka bertasbih, bertakbir, bertahlil, bertahmid kepada-MU dan mereka berdoa kepada-MU”. Allah swt bertanya: “Apa yang mereka minta dari-KU?” Para malaikat menjawab: “Mereka meminta surga-MU, Allah bertanya: “Apakah mereka pernah melihat surga-KU?” Para malaikat menjawab: “Tidak, wahai tuhanku”. Allah swt bertanya: “Bagaimana seandainya mereka pernah melihat surga-KU?” Para malaikat menjawab: “Mereka minta perlindungan-MU?” Allah swt bertanya: “Dari apa mereka minta perlindungan-KU?” para malaikat menjawab: “Dari neraka-MU ya tuhanku”, Allah swt bertanya: “Apakah mereka semua pernah melihat neraka-KU?” para malaikat menjawab: “Tidak”, Allah swt bertanya: “Bagaimana seandainya mereka pernah melihat neraka-KU?” para malaikat menjawab: “Mereka minta ampunan-MU”, Allah swt bekata: “Sungguh Aku telah mengampuni mereka semua, dan mengabulkan atas apa yang mereka minta pada-KU, dan melindungi mereka dari permintaan mereka”, Nabi saw bercerita: para malaikat bertanya: “Wahai tuhanku, di antara mereka ada seseorang yang salah, mereka hanya sekedar lewat kemudian ikut duduk bersama mereka”, Allah swt menjawab: “Dia berhak mendapatkan ampunan-KU, mereka adalah satu majlis, tiada celaka siapapun yang ikut duduk bersama mereka”. (HR.Muslim)

3. Diriwayatkan dari sahabat Abi Hurairah r.a dan sahabat Abi Sa’id ra mereka berdua berkata: “Tiadalah suatu golongan yang senantiasa berdzikir kepada Allah swt melainkan para malaikat mengelilinginya, dan memenuhinya dengan rahmat, dan atas mereka turun kedamaian dan Allah swt akan senantiasa menyebut mereka di hadapan malaikat yang berada di samping-NYA.” (HR.Muslim).

4. Diriwayatkan dari sahabat Abi Waqad Al-Haris bin ‘Auf r.a, bahwa Rasulullah saw ketika duduk di dalam masjid dengan para sahabat, tiba-tiba ada dua orang yang menghadap kepada Nabi saw dan yang satu pergi begitu saja, lalu keduanya berhenti atas Nabi saw, adapun di antara keduanya melihat tempat yang kosong di dalam majlis. Kemudian duduk pada tempat tersebut, dan adapun yang lain mereka duduk di belakang para majlis, dan adapun yang ketiga pergi berpaling begitu saja, ketika Rasulullah saw selesai, beliau berkata: “Maukah kamu sekalian aku beritahu dari tiga orang: Adapun salah seorang di antara mereka dia berlindung kepada Allah saw maka Allah swt melindunginya, dan adapun yang lain dia merasa malu, maka Allah swt juga akan malu padanya, dan adapun yang kedua dia berpaling, maka Allah pun berpaling darinya.” (Muttafaq ‘Alaih).