Kitab Al Hikmah 6

فصل في حكم النقاء بين الدماء المنقطعة
Adapun ampetnya darah yang berada diantara haidh yang terputus itu dihukumi haidh menurut qoul sahab (pendapat yang mu'tamad) maka dari itu sholat atau puasa yang dilakukan pada waktu ampet disela" haidh dinyatakan tidak sah, jadi apabila puasa yang dilakukan tersebut puasa romadhon maka wajib diqodho.

Contoh : Ada seorang wanita yang mengeluarkan darah diwaktu bulan puasa, kemudian ampet/berhenti selama 2hr dan berhenti, kemudian keluar lagi dan berhenti, maka puasa yang dilakukan selama 2hr tersebut hukumnya tidak sah sebab 2hr yang tadi tetap dihukumi sedang haidh, oleh karena itu ia tetap berkewajiban untuk mengqodho puasa yang 2hr.
Adapun menurut Qoul lainnya, sholat dan puasa tadi yang dilakukan saat ampet disela sela haidh dihukumi sah dan tidak wajib qodho puasanya sebab yang 2hr tersebut dihukumi suci.
Ref : Al-Bajuri Juz 1 Hal 110, Ar-Roudhoh Juz 1 Hal 193 & Al-Majmu' Juz 2 Hal 387.
Wallohu A'lamu Bis-Syowab.
Semoga bermanfaat...