Mentari Dalam Hujan

Mentari Dalam Hujan

Oleh:Prof. DR. Sayyid Muhammad Alwi al Malikial Hasani al Makki

STATUS MAKHLUQ


Kami meyakini bahwa Rasulullah Shollallaah‘alaih wa sallam adalah manusia yang bisa mengalami apa yang di alami manusia umumnya seperti sifat-sifat yang temporar dan penyakit-penyakit yang tidak mengurangi kedudukan beliau dan tidak membuat beliau di jauhi. Sebagaimana di katakan oleh penyusun ‘Aqidatul ‘Awam  
:ﻭ ﺟﺎﺋﺰ ﻓﻲ ﺣﻘﻬﻢ ﻣﻦ ﻋﺮﺽ ﺑﻐﻴﺮﻧﻘﺺ ﻛﺨﻔﻴﻒ ﺍﻟﻤﺮﺽ
Para rasul boleh mengalami sifat-sifat yang temporer yang tidak mengurangi kedudukan mereka seperti sakit ringan Rasulullah juga adalah seorang hamba yang tidak memiliki kemampuan memberi manfaat, bahaya, mati, hidup membangkitkan kepada dirinya sendiri kecuali apa yang telah dikehendaki Allah. Firman Allah yang Artinya: Katakanlah: “Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. dan Sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan di timpa kemudharatan. aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, danpembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman”. ( Q.S.Al.A`raaf :188 )

Dan sesungguhnya Beliau Nabi Shollallaah‘alaih wa sallam juga telah mengemban risalah, menyampaikan amanah, menyadarkan ummat, membuang kesedihan dan berjihad fi sabilillah sampai ajal menjemputnya. Beliau berpulang ke sisi Allah dalam kondisi ridlo dan mendapat keridloan, seperti digambarkan dalam firman Allah yang Artinya : “Sesungguhnya kamu akan mati dan Sesungguhnya mereka akan mati  ( pula ).”  ( Q.S.Az.Zumar : 30 ) Dan firman Allah yang lain: ” Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu (Muhammad); Maka Jikalau kamu mati, Apakah mereka akan kekal ?” ( Q.S.Al.Anbiyaa` : 34 )
Kehambaan adalah sifat beliau yang paling mulia. Karena itu beliau membanggakannya dan berkata : “Saya hanyalah seorang hamba”. Allah menyifati beliau dengan kehambaan dalam kedudukan tertinggi : Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda ( kebesaran ) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui. ( Q.S.Al.Israa : 1 ) “Dan bahwasanya tatkala hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (mengerjakan ibadat), hampir saja jin-jin itu desak mendesak mengerumuninya.” ( Q.S.Al.Jin : 19 ) Kemanusiaan adalah letak sesungguhnya kemu’jizatan Rasulullah. Beliau adalah manusia dari jenis manusia namun berbeda dengan manusia biasa. Beliau memiliki perbedaan yang tidak mungkin dikejar atau disamakan dengan manusia biasa. Sebagaimana penilaian beliau tentang dirinya :

ﺇﻧّﻲ ﻟﺴﺖ ﻛﻬﻴﺌﺘﻜﻢ ﺇﻧّﻲ ﺃﺑﻴﺖ ﻋﻨﺪﺭﺑﻲ ﻳﻄﻌﻤﻨﻲ ﻭ ﻳﺴﻘﻴﻨﻲ

“Saya tidak sama dengan kalian. Sesungguhnya saya bermalam di sisi Allah diberi kekuatan sebagaimana orang yang makan dan minum”.
Berdasarkan paparan di atas maka  jelaslah bahwa status kemanusian beliau wajib disertai  dengan sifat-sifat yang membedakannya dengan manusia umumnya yaitu menyebut keistimewaan-keistimewaan beliau yang eksklusif dan sifat-sifat beliau yang terpuji. Perlakuan ini bukan hanya diberikan khusus untuk Nabi Muhammad Nabi Shollallaah ‘alaihwa sallam namun juga berlaku untuk rasul-rasul yang lain agar penilaian kita kepada mereka proporsional. Karena penilaian kepada para rasul semata-mata dipandang dari sisi kemanusiaan saja tanpa penilaian lain adalah pandangan jahiliyah yang musyrik. Dalam Al-Qur’an terdapat banyak dalil mengenai masalah ini. Diantaranya adalah :

- Ucapan kaum Nuh terhadap Nabi Nuh dalam kisah yang diceritakan Allah tentang mereka, yang Artinya : Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya: “Kami tidak melihat kamu, melainkan ( sebagai ) seorang manusia ( biasa ) seperti Kami, dan Kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina dina di antara Kami yang lekas percaya saja, dan Kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apapun atas Kami, bahkan Kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta”.(Hud : 27).

- Ucapan kaum Nabi Musa dan Harun terhadap mereka berdua dalam kisah yang diceritakan Allah tentang mereka, yang artinya : Dan mereka berkata: “Apakah ( patut ) kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita (juga), Padahal kaum mereka (Bani Israil) adalah orang-orang yang menghambakan diri kepada kita?”
( Al-Mu’minun : 47 ).

- Ucapan kaum Tsamud kepada Nabi mereka Shalih dalam peristiwa yang diceritakan Allah tentang mereka, yang artinya, :  ”Kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami; Maka datangkanlah sesuatu mukjizat, jika kamu memang Termasuk orang-orang yang benar”.
 ( Asy-Syu’araa’ : 154 ).

- Ucapan Penduduk Aikah kepada Nabi mereka Syu’aib dalam kisah yang diceritakan Allah tentang mereka,           yang artinya :
185. Mereka berkata: “Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang kena sihir,”
186. “Dan kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti Kami, dan Sesungguhnya Kami yakin bahwa kamu benar-benar Termasuk orang-orang yang berdusta.”
 ( Asy-Syu’araa; 185 - 186 ).
- Ucapan kaum musyrikin terhadap Nabi Muhammad Nabi Shollallaah ‘alaih wa sallam yang memandang beliau semata-mata sebagai manusia dalam kisah yang diceritakan Allah tentang mereka : Dan mereka berkata: “Mengapa Rasul itu memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar ? mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang Malaikat agar Malaikat itu memberikan peringatan bersama- sama dengan dia?”
(Q.S.Al.Furqaan : 7)

Nabi telah menginformasikan status dirinya dengan benar akan sifat-sifat luhur dan hal-hal yang melampaui kebiasaan yang membuatnya berbeda dengan manusia lain.

- Sabda beliau dalam sebuah hadits shahih :

ﺗﻨﺎﻡ ﻋﻴﻨﺎﻱ ﻭﻻ ﻳﻨﺎﻡ ﻗﻠﺒﻲ

“Kedua mataku terpejam namun hatiku tetap terjaga”.

ﺇﻧّﻲ ﺃﺭﺍﻛﻢ ﻣﻦ ﻭﺭﺍﺀ ﻇﻬﺮﻱ ﻛﻤﺎﺃﺭﺍﻛﻢ ﻣﻦ ﺃﻣﺎﻣﻲ

“Saya mampu melihat kalian dari belakangku sebagaimana melihatmu dari depan”.

ﺃﻭﺗﻴﺖ ﻣﻔﺎﺗﻴﺢ ﺧﺰﺍﺋﻦ ﺍﻷﺭﺽ

“Saya dianugerahi pintu-pintu gudang dunia”.

Meskipun telah wafat, Rasulullah tetap hidup dalam bentuk kehidupan barzakh yang sempurna. Beliau mampu mendengar perkataan, membalas salam dan shalawat orang yang bershalawat sampai kepada beliau. Amal perbuatan ummat disampaikan kepada beliau hingga beliau berbahagia atas perbuatan orang-orang yang baik dan beristighfar terhadap orang-orang yang melakukan dosa. Allah juga mengharamkan bumi untuk memakan jasadnya. Jasad Nabi terlindungi dari hal-hal yang bersifat merusak dan dari apapun yang berada dalam tanah. Dari Aus ibn Aus Radhiyallaah ‘anhu , iaberkata , “Rasulullah Nabi Shollallaah ‘alaihwa sallam bersabda :

ﻣﻦ ﺃﻓﻀﻞ ﺃﻳﺎﻣﻜﻢ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ :ﻓﻴﻪ ﺧﻠﻖ ﺁﺩﻡ , ﻭﻓﻴﻪ ﻗﺒﺾ , ﻭﻓﻴﻪﺍﻟﻨﻔﺨﺔ , ﻭﻓﻴﻪ ﺍﻟﺼﻌﻘﺔ , ﻓﺄﻛﺜﺮﻭﺍﻋﻠﻲّ ﻣﻦ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻓﻴﻪ , ﻓﺎﻥ ﺻﻼﺗﻜﻢﻣﻌﺮﻭﺿﺔ ﻋﻠﻲّ , ﻗﺎﻟﻮﺍ : ﻳﺎﺭﺳﻮﻝﺍﻟﻠﻪ ! ﻭﻛﻴﻒ ﺗﻌﺮﺽ ﺻﻼﺗﻨﺎ ﻋﻠﻴﻚﻭﻗﺪ ﺃﺭﻣﺖ ﻳﻌﻨﻲ ﺑﻠﻴﺖ ؟ ﻓﻘﺎﻝ :ﺇﻥّ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰّ ﻭﺟﻞّ ﺣﺮﻡ ﻋﻠﻰ ﺍﻷﺭﺽﺃﻥ ﺗﺄﻛﻞ ﺃﺟﺴﺎﺩ ﺍﻷﻧﺒﻴﺎﺀ

“Salah satu hari kalian yang paling utama adalah hari Jum’at ; di hari itu Adam diciptakan dan wafat, Israfil meniup sangkakala dan matinya seluruh makhluk. Maka perbanyaklah bershalawat untukku pada hari Jum’at. Karena shalawat kalian disampaikan kepadaku”. Wahai Rasulullah, bagaimana shalawat kami sampai kepadamu padahal tubuhmu telah hancur?” tanya para sahabat. “Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi.” Jawab Rasulullah.
( HR. Ahmad,Abu Dawud, Ibn Majah dan Ibn Hibban dalam kitab shahihnya serta Al-Hakim yang menilai hadits ini shahih ).
Menyangkut keutuhan jasad para Nabi , Al-Hafidh Jalaluddin As-Suyuthi menyusun sebuah risalah khusus menyangkut hal tersebut yang berjudul ‘Inbaa’ul Adzkiyaa’ bi Hayaatil Anbiyaa’.

Dari ibnu Mas’ud Rasulullah Nabi Shollallaah‘alaih wa sallam bersabda :

ﺣﻴﺎﺗﻲ ﺧﻴﺮ ﻟﻜﻢ ﺗﺤﺪﺛﻮﻥ ﻭﻳﺤﺪﺙﻟﻜﻢ , ﻓﺈﺫﺍ ﺃﻧﺎ ﻣﺖ ﻛﺎﻧﺖ ﻭﻓﺎﺗﻲﺧﻴﺮﺍ ﻟﻜﻢ ﺗﻌﺮﺽ ﻋﻠﻲّ ﺃﻋﻤﺎﻟﻜﻢ ﻓﺎﻥﺭﺃﻳﺖ ﺧﻴﺮﺍ ﺣﻤﺪﺕ ﻟﻠﻪ ﻭﺇﻥ ﺭﺃﻳﺖﺷﺮﺍ ﺍﺳﺘﻐﻔﺮﺕ ﻟﻜﻢ

“Hidupku lebih baik buat kalian. Kalian berbicara dan saya berbicara kepada kalian. Dan jika saya meninggal dunia maka kewafatanku lebih baik buat kalian. Amal  perbuatan kalian disampaikan kepada ku. Jika aku melihat amal baik aku memuji Allah dan jika aku melihat amal buruk aku beristighfar buat kalian”. Kata Al-Haitsami , “Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bazzaar dan para perawinya sesuai dengan standar perawi hadits shahih.

Dari Abi Hurairah radhiyallah ‘anhu dari Rasulullah Nabi Shollallaah ‘alaih wa sallam, beliau berkata :

ﻣﺎ ﻣﻦ ﺃﺣﺪ ﻳﺴﻠﻢ ﻋﻠﻲّ ﺇﻻّ ﺭﺩّ ﺍﻟﻠﻪﻋﻠﻲّ ﺭﻭﺣﻲ ﺣﺘّﻰ ﺃﺭﺩ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺴﻼﻡ( ﺭﻭﺍﻩ ﺃﺣﻤﺪ ﻭﺃﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ )

“ Tidak ada seorangpun yang memberi salam kepadaku kecuali Allah mengembalikan nyawaku hingga aku membalas salamnya”. (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

Sebagian ulama menafsirkannya dengan mengembalikan kemampuan berbicara beliau. Dari ‘Ammar ibn Yaasir, ia berkata, “Rasulullah Nabi Shollallaah ‘alaih wa sallambersabda :

ﺇﻥّ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻛﻞ ﺑﻘﺒﺮﻱ ﻣﻠﻜﺎ ﺃﻋﻄﺎﻩ ﺍﻟﻠﻪﺃﺳﻤﺎﺀ ﺍﻟﺨﻼﺋﻖ , ﻓﻼ ﻳﺼﻠّﻲ ﻋﻠﻲّﺃﺣﺪ ﺇﻟﻰ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﺇﻻّ ﺃﺑﻠﻐﻨﻲﺑﺎﺳﻤﻪ ﻭﺍﺳﻢ ﺃﺑﻴﻪ , ﻫﺬﺍ ﻓﻼﻥ ﺑﻦﻓﻼﻥ ﻗﺪ ﺻﻠﻰ ﻋﻠﻴﻚ

“Sesungguhnya Allah Subhaanahu wa ta’aala mewakilkan seorang malaikat yang diberi Allah nama semua makhluk pada kuburan ku. Maka tidak ada seorang pun hingga hari kiamat yang menyampaikan shalawat untuk ku kecuali malaikat itu menyampaikan kepada ku namanya dan nama ayahnya ; ini adalah si fulan anak si fulan yang telah menyampaikan shalawat untukmu”. (HR. Al-Bazzaar)

Dan Abu al-Syaikh ibn Hibban yang redaksinya : Rasulullah Nabi Shollallaah ‘alaihwa sallam bersabda :

ﺇﻥّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﺒﺎﺭﻙ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﻠﻜﺎ ﺃﻋﻄﺎﻩﺍﻟﻠﻪ ﺃﺳﻤﺎﺀ ﺍﻟﺨﻼﺋﻖ ﻓﻬﻮ ﻗﺎﺋﻢ ﻋﻠﻰﻗﺒﺮﻱ ﺇﺫﺍ ﻣﺖ , ﻓﻠﻴﺲ ﺃﺣﺪ ﻳﺼﻠﻲّﻋﻠﻲّ ﺇﻻّ ﻗﺎﻝ : ﻳﺎ ﻣﺤﻤﺪ ! ﺻﻠﻰﻋﻠﻴﻚ ﻓﻼﻥ ﺑﻦ ﻓﻼﻥ , ﻗﺎﻝ :ﻓﻴﺼﻠﻲّ ﺍﻟﺮﺏ ﺗﺒﺎﺭﻙ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ ﻋﻠﻰﺫﻟﻚ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﺑﻜﻞ ﻭﺍﺣﺪﺓ ﻋﺸﺮﺍ

Sesungguhnya ada malaikat Allah yang telah diberi semua nama makhluk oleh Allah. Ia berdiri di atas kuburan ku jika aku meninggal. Maka tidak ada seorang pun yang menyampaikan shalawat kepadaku kecuali si malaikat berkata, “Wahai Muhammad ! Fulan anak fulan telah menyampaikan shalawat untuk mu”. Rasulullah berkata, “ar-Rabb Tabaraka wa Ta’ala merahmatinya. Untuk satu shalawat dibalas 10 rahmat”.
(Dalam Al-Kabiir Al-Thabaraani meriwayatkan hadits seperti ini).

Meskipun Rasulullah Shollallaah ‘alaih wasallam telah wafat namun ke utamaan, kedudukan dan derajat beliau di sisi Allah tetap abadi. Mereka yang beriman tidak akan ragu akan fakta ini. Karena itu, bertawassul kepada Nabi Muhammad Shollallaah ‘alaih wasallam pada dasarnya kembali kepada keyakinan keberadaan hal-hal di muka dan meyakini beliau dicintai dan dimuliakan Allah serta keimanan kepada beliau dan kepada risalahnya. Dan tawassul bukanlah berarti beribadah kepada Nabi Shollallaah ‘alaih wasallam. Karena beliau betapa pun tinggi derajat dan kedudukannya tetaplah seorang makhluk yang tidak mampu menolak bahaya dan memberi manfaat tanpa izin Allah. Allah Subhaanahu wa ta’aala berfirman yang artinya, : Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa Sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa”. ( Q.S.Al.Kahfi :110 )

ﻣﻘـﺎﻡ ﺍﻟﻤﺨﻠـﻮﻕﺃﻣﺎ ﻫﻮ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﺈﻧﻨﺎ ﻧﻌﺘﻘﺪ ﺃﻧﻪﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺑﺸﺮ ﻳﺠﻮﺯ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﺎ ﻳﺠﻮﺯﻋﻠﻰ ﻏﻴﺮﻩ ﻣﻦ ﺍﻟﺒﺸﺮ ﻣﻦ ﺣﺼﻮﻝ ﺍﻷﻋﺮﺍﺽﻭﺍﻷﻣﺮﺍﺽ ﺍﻟﺘﻲ ﻻ ﺗﻮﺟﺐ ﺍﻟﻨﻘﺺ ﻭﺍﻟﺘﻨﻔﻴﺮ ﻛﻤﺎ ﻗﺎﻝﺻﺎﺣﺐ ﺍﻟﻌﻘﻴﺪﺓ :ﻭﺟﺎﺋﺰ ﻓﻲ ﺣﻘﻬﻢ ﻣﻦ ﻋﺮﺽ :: ﺑﻐﻴﺮ ﻧﻘﺺ ﻛﺨﻔﻴﻒﺍﻟﻤﺮﺽﻭﺃﻧﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻋﺒﺪ ﻻ ﻳﻤﻠﻚ ﻟﻨﻔﺴﻪﺿﺮﺍً ﻭﻻ ﻧﻔﻌﺎً ﻭﻻ ﻣﻮﺗﺎً ﻭﻻ ﺣﻴﺎﺓ ﻭﻻ ﻧﺸﻮﺭﺍً ﺇﻻ ﻣﺎﺷﺎﺀ ﺍﻟﻠﻪ ، ﻗﺎﻝ ﺗﻌﺎﻟﻰ : } ﻗُﻞ ﻻَّ ﺃَﻣْﻠِﻚُ ﻟِﻨَﻔْﺴِﻲ ﻧَﻔْﻌﺎًﻭَﻻَ ﺿَﺮّﺍً ﺇِﻻَّ ﻣَﺎ ﺷَﺎﺀ ﺍﻟﻠّﻪُ ﻭَﻟَﻮْ ﻛُﻨﺖُ ﺃَﻋْﻠَﻢُ ﺍﻟْﻐَﻴْﺐَﻻَﺳْﺘَﻜْﺜَﺮْﺕُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮِ ﻭَﻣَﺎ ﻣَﺴَّﻨِﻲَ ﺍﻟﺴُّﻮﺀُ ﺇِﻥْ ﺃَﻧَﺎْ ﺇِﻻَّﻧَﺬِﻳﺮٌ ﻭَﺑَﺸِﻴﺮٌ ﻟِّﻘَﻮْﻡٍ ﻳُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ { ﺍﻷﻋﺮﺍﻑ : .188ﻭﺃﻧـﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴـﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺪ ﺃﺩﻯ ﺍﻟﺮﺳﺎﻟـﺔ ﻭﺑﻠﻎﺍﻷﻣﺎﻧﺔ ﻭﻧﺼﺢ ﺍﻷﻣــﺔ، ﻭﻛﺸﻒ ﺍﻟﻐﻤﺔ ﻭﺟﺎﻫﺪ ﻓﻲﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﺣﺘﻰ ﺃﺗﺎﻩ ﺍﻟﻴﻘﻴﻦ ، ﻓﺎﻧﺘﻘﻞ ﺇﻟﻰ ﺟﻮﺍﺭﺭﺑﻪ ﺭﺍﺿﻴﺎً ﻣﺮﺿﻴﺎً ﻛﻤﺎ ﻗﺎﻝ ﺗﻌﺎﻟﻰ : } ﺇِﻧَّﻚَ ﻣَﻴِّﺖٌﻭَﺇِﻧَّﻬُﻢ ﻣَّﻴِّﺘُﻮﻥَ{ .ﻭﻗﺎﻝ : }ﻭَﻣَﺎ ﺟَﻌَﻠْﻨَﺎ ﻟِﺒَﺸَﺮٍ ﻣِّﻦ ﻗَﺒْﻠِﻚَ ﺍﻟْﺨُﻠْﺪَ ﺃَﻓَﺈِﻥ ﻣِّﺖَّﻓَﻬُﻢُ ﺍﻟْﺨَﺎﻟِﺪُﻭﻥَ { .ﻭﺍﻟﻌﺒﻮﺩﻳﺔ ﻫﻲ ﺃﺷﺮﻑ ﺻﻔﺎﺗﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪﻭﺳﻠﻢ ، ﻭﻟﺬﻟﻚ ﻓﺈﻧﻪ ﻳﻔﺘﺨﺮ ﺑﻬﺎ ﻭﻳﻘﻮﻝ : ] ﺇﻧﻤﺎ ﺃﻧﺎﻋﺒﺪ [ ﻭﻭﺻﻔﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻬﺎ ﻓﻲ ﺃﻋﻠﻰ ﻣﻘﺎﻡ } ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَﺍﻟَّﺬِﻱ ﺃَﺳْﺮَﻯ ﺑِﻌَﺒْﺪِﻩِ { ﻭﻗﺎﻝ : }ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻟَﻤَّﺎ ﻗَﺎﻡَ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟﻠَّﻪِﻳَﺪْﻋُﻮﻩُ ﻛَﺎﺩُﻭﺍ ﻳَﻜُﻮﻧُﻮﻥَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻟِﺒَﺪﺍً { . ﻭﺍﻟﺒﺸﺮﻳﺔ ﻫﻲﻋﻴﻦ ﺇﻋﺠﺎﺯﻩ ﻓﻬﻮ ﺑﺸﺮ ﻣﻦ ﺟﻨﺲ ﺍﻟﺒﺸﺮ ﻟﻜﻨﻪ ﻣﺘﻤﻴﺰﻋﻨﻬﻢ ﺑﻤﺎ ﻻ ﻳﻠﺤﻘﻪ ﺑﻪ ﺃﺣﺪ ﻣﻨﻬﻢ ﺃﻭ ﻳﺴﺎﻭﻳﻪ ﻛﻤﺎﻗﺎﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻋﻦ ﻧﻔﺴﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚﺍﻟﺼﺤﻴﺢ : )) ﺇﻧﻲ ﻟﺴﺖ ﻛﻬﻴﺌﺘﻜﻢ ﺇﻧﻲ ﺃﺑﻴﺖ ﻋﻨﺪﺭﺑﻲ ﻳﻄﻌﻤﻨﻲ ﻭﻳﺴﻘﻴﻨﻲ ..((ﻭﺑﻬﺬﺍ ﻇﻬﺮ ﺃﻥ ﻭﺻﻔﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢﺑﺎﻟﺒﺸﺮﻳﺔ ﻳﺠﺐ ﺃﻥ ﻳﻘﺘﺮﻥ ﺑﻤﺎ ﻳﻤﻴﺰﻩ ﻋﻦ ﻋﺎﻣﺔﺍﻟﺒﺸﺮ ﻣﻦ ﺫﻛﺮ ﺧﺼﺎﺋﺼﻪ ﺍﻟﻔﺮﻳﺪﺓ ﻭﻣﻨﺎﻗﺒﻪﺍﻟﺤﻤﻴﺪﺓ ، ﻭﻫﺬﺍ ﻟﻴﺲ ﺧﺎﺻﺎً ﺑﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪﻭﺳﻠﻢ ، ﺑﻞ ﻫﻮ ﻋﺎﻡ ﻓﻲ ﺣﻖ ﺟﻤﻴﻊ ﺭﺳﻞ ﺍﻟﻠﻪﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ ﻟﺘﻜﻮﻥ ﻧﻈﺮﺗﻨﺎ ﺇﻟﻴﻬﻢ ﻻﺋﻘﺔﺑﻤﻘﺎﻣﻬﻢ ، ﻭﺫﻟﻚ ﻷﻥ ﻣﻼﺣﻈﺔ ﺍﻟﺒﺸﺮﻳﺔ ﺍﻟﻌﺎﺩﻳﺔﺍﻟﻤﺠﺮﺩﺓ ﻓﻴﻬﻢ ﺩﻭﻥ ﻏﻴﺮﻫﺎ ﻫﻲ ﻧﻈﺮﺓ ﺟﺎﻫﻠﻴﺔﺷﺮﻛﻴﺔ ، ﻭﻓﻲ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﺷﻮﺍﻫﺪ ﻛﺜﻴﺮﺓ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ،ﻓﻤﻦ ﺫﻟﻚ ﻗﻮﻝ ﻗﻮﻡ ﻧﻮﺡ ﻓﻲ ﺣﻘﻪ ﻓﻴﻤﺎ ﺣﻜﺎﻩ ﺍﻟﻠﻪﻋﻨﻬﻢ ﺇﺫ ﻗﺎﻝ : }ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺍﻟْﻤَﻸُ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻛَﻔَﺮُﻭﺍْ ﻣِﻦ ﻗِﻮْﻣِﻪِﻣَﺎ ﻧَﺮَﺍﻙَ ﺇِﻻَّ ﺑَﺸَﺮﺍً ﻣِّﺜْﻠَﻨَﺎ { ﺳﻮﺭﺓ ﻫﻮﺩ : 27 .ﻭﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﻗﻮﻝ ﻗﻮﻡ ﻣﻮﺳﻰ ﻭﻫﺎﺭﻭﻥ ﻓﻲ ﺣﻘﻬﻤﺎﻓﻴﻤﺎ ﺣﻜﺎﻩ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻢ ﺇﺫ ﻗﺎﻝ : }ﻓَﻘَﺎﻟُﻮﺍ ﺃَﻧُﺆْﻣِﻦُﻟِﺒَﺸَﺮَﻳْﻦِ ﻣِﺜْﻠِﻨَﺎ ﻭَﻗَﻮْﻣُﻬُﻤَﺎ ﻟَﻨَﺎ ﻋَﺎﺑِﺪُﻭﻥَ{ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﻮﻥ :. 47ﻭﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﻗﻮﻝ ﺛﻤﻮﺩ ﻟﻨﺒﻴﻬﻢ ﺻﺎﻟﺢ ﻓﻴﻤﺎ ﺣﻜﺎﻩ ﺍﻟﻠﻪﻋﻨﻬﻢ ﺑﻘﻮﻟﻪ : }ﻣَﺎ ﺃَﻧﺖَ ﺇِﻟَّﺎ ﺑَﺸَﺮٌ ﻣِّﺜْﻠُﻨَﺎ ﻓَﺄْﺕِ ﺑِﺂﻳَﺔٍ ﺇِﻥﻛُﻨﺖَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺼَّﺎﺩِﻗِﻴﻦَ{ ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﺸﻌﺮﺍﺀ 154 :ﻭﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﻗﻮﻝ ﺃﺻﺤﺎﺏ ﺍﻷﻳﻜﺔ ﻟﻨﺒﻴﻬﻢ ﺷﻌﻴﺐ ﻓﻴﻤﺎﺣﻜﺎﻩ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻢ ﺑﻘﻮﻟﻪ : } ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺃَﻧﺖَ ﻣِﻦَﺍﻟْﻤُﺴَﺤَّﺮِﻳﻦَ ﻭَﻣَﺎ ﺃَﻧﺖَ ﺇِﻟَّﺎ ﺑَﺸَﺮٌ ﻣِّﺜْﻠُﻨَﺎ ﻭَﺇِﻥ ﻧَّﻈُﻨُّﻚَ ﻟَﻤِﻦَﺍﻟْﻜَﺎﺫِﺑِﻴﻦَ { ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﺸﻌﺮﺍﺀ 186 : .ﻭﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﻗﻮﻝ ﺍﻟﻤﺸﺮﻛﻴﻦ ﻓﻲ ﺣﻖ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺪ ﺭﺃﻭﻩ ﺑﻌﻴﻦ ﺍﻟﺒﺸﺮﻳﺔﺍﻟﻤﺠﺮﺩﺓ ﻓﻴﻤﺎ ﺣﻜﺎﻩ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻢ ﺑﻘﻮﻟﻪ : } ﻭَﻗَﺎﻟُﻮﺍﻣَﺎﻝِ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟﺮَّﺳُﻮﻝِ ﻳَﺄْﻛُﻞُ ﺍﻟﻄَّﻌَﺎﻡَ ﻭَﻳَﻤْﺸِﻲ ﻓِﻲﺍﻟْﺄَﺳْﻮَﺍﻕِ { ، ﻭﻟﻘﺪ ﺗﺤﺪﺙ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻋﻦ ﻧﻔﺴﻪ ﺣﺪﻳﺚ ﺍﻟﺼﺪﻕ ﺑﻤﺎ ﺃﻛﺮﻣﻪﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺑﻪ ﻣﻦ ﻋﻈﻴﻢ ﺍﻟﺼﻔﺎﺕ ﻭﺧﻮﺍﺭﻕ ﺍﻟﻌﺎﺩﺍﺕﺍﻟﺘﻲ ﺗﻤﻴﺰ ﺑﻬﺎ ﻋﻦ ﺳﺎﺋﺮ ﺃﻧﻮﺍﻉ ﺍﻟﺒﺸﺮ .([1])ﻓﻤﻦ ﺫﻟﻚ ﻣﺎ ﺟﺎﺀ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﺍﻟﺼﺤﻴﺢ ﺃﻧﻪ ﻗﺎﻝ :)) ﺗﻨﺎﻡ ﻋﻴﻨﺎﻱ ﻭﻻ ﻳﻨﺎﻡ ﻗﻠﺒﻲ (( .ﻭﺟﺎﺀ ﻓﻲ ﺍﻟﺼﺤﻴﺢ ﺃﻧﻪ ﻗﺎﻝ : )) ﺇﻧﻲ ﺃﺭﺍﻛﻢ ﻣﻦﻭﺭﺍﺀ ﻇﻬﺮﻱ ﻛﻤﺎ ﺃﺭﺍﻛﻢ ﻣﻦ ﺃﻣﺎﻣﻲ (( ..ﻭﺟﺎﺀ ﻓﻲ ﺍﻟﺼﺤﻴﺢ ﺃﻧﻪ ﻗﺎﻝ : )) ﺃﻭﺗﻴﺖ ﻣﻔﺎﺗﻴﺢﺧﺰﺍﺋﻦ ﺍﻷﺭﺽ (( .ﻭﻫﻮ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻗﺪ ﻣﺎﺕ ﺇﻻﺃﻧﻪ ﺣﻲ ﺣﻴﺎﺓ ﺑﺮﺯﺧﻴﺔ ﻛﺎﻣﻠﺔ ﻳﺴﻤﻊ ﺍﻟﻜﻼﻡ ﻭﻳﺮﺩﺍﻟﺴﻼﻡ ﻭﺗﺒﻠﻐﻪ ﺻﻼﺓ ﻣﻦ ﻳﺼﻠﻲ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺗﻌﺮﺽ ﻋﻠﻴﻪﺃﻋﻤﺎﻝ ﺍﻷﻣﺔ ﻓﻴﻔﺮﺡ ﺑﻌﻤﻞ ﺍﻟﻤﺤﺴﻨﻴﻦ ﻭﻳﺴﺘﻐﻔﺮﻟﻠﻤﺴﻴﺌﻴﻦ ﻭﺃﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺣﺮﻡ ﻋﻠﻰ ﺍﻷﺭﺽ ﺃﻥ ﺗﺄﻛﻞﺟﺴﺪﻩ ﻓﻬﻮ ﻣﺤﻔﻮﻅ ﻣﻦ ﺍﻵﻓﺎﺕ ﻭﺍﻟﻌﻮﺍﺭﺽﺍﻷﺭﺿﻴﺔ .ﻭﻋﻦ ﺃﻭﺱ ﺑﻦ ﺃﻭﺱ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ :)) ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﻣﻦﺃﻓﻀﻞ ﺃﻳﺎﻣﻜﻢ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ : ﻓﻴﻪ ﺧﻠﻖ ﺁﺩﻡ ﻭﻓﻴﻪﻗﺒﺾ ﻭﻓﻴﻪ ﺍﻟﻨﻔﺨﺔ ﻭﻓﻴﻪ ﺍﻟﺼﻌﻘﺔ ، ﻓﺄﻛﺜﺮﻭﺍ ﻋﻠﻲَّﻣﻦ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻓﻴﻪ ، ﻓﺈﻥ ﺻﻼﺗﻜﻢ ﻣﻌﺮﻭﺿﺔ ﻋﻠﻲَّ (( .ﻗﺎﻟﻮﺍ : ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ! ﻭﻛﻴﻒ ﺗﻌﺮﺽ ﺻﻼﺗﻨﺎ ﻋﻠﻴﻚﻭﻗﺪ ﺃﺭﻣﺖ ﻳﻌﻨﻲ ﺑﻠﻴﺖ ؟ ﻓﻘﺎﻝ : ))ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰﻭﺟﻞ ﺣﺮﻡ ﻋﻠﻰ ﺍﻷﺭﺽ ﺃﻥ ﺗﺄﻛﻞ ﺃﺟﺴﺎﺩﺍﻷﻧﺒﻴﺎﺀ (( .. ﺭﻭﺍﻩ ﺃﺣﻤﺪ ﻭﺃﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ ﻭﺍﺑﻦ ﻣﺎﺟﻪﻭﺍﺑﻦ ﺣﺒﺎﻥ ﻓﻲ ﺻﺤﻴﺤﻪ ﻭﺍﻟﺤﺎﻛﻢ ﻭﺻﺤﺤﻪ،. ﻭﻓﻲﺫﻟﻚ ﺭﺳﺎﻟﺔ ﺧﺎﺻﺔ ﻟﻠﺤﺎﻓﻆ ﺟﻼﻝ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﺍﻟﺴﻴﻮﻃﻲﺃﺳﻤﺎﻫﺎ ))ﺇﻧﺒﺎﺀ ﺍﻷﺫﻛﻴﺎﺀ ﺑﺤﻴﺎﺓ ﺍﻷﻧﺒﻴﺎﺀ (( .ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻣﺴﻌﻮﺩ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻋﻦ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ :)) ﺣﻴﺎﺗﻲ ﺧﻴﺮ ﻟﻜﻢ ﺗﺤﺪﺛﻮﻥ ﻭﻳﺤﺪﺙ ﻟﻜﻢ ، ﻓﺈﺫﺍﺃﻧﺎ ﻣﺖ ﻛﺎﻧﺖ ﻭﻓﺎﺗﻲ ﺧﻴﺮﺍً ﻟﻜﻢ ﺗﻌﺮﺽ ﻋﻠﻲَّﺃﻋﻤﺎﻟﻜﻢ ﻓﺈﻥ ﺭﺃﻳﺖ ﺧﻴﺮﺍً ﺣﻤﺪﺕ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺇﻥ ﺭﺃﻳﺖﺷﺮﺍً ﺍﺳﺘﻐﻔﺮﺕ ﻟﻜﻢ (( ،ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻬﻴﺜﻤﻲ : ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺰﺍﺭﻭﺭﺟﺎﻟﻪ ﺭﺟﺎﻝ ﺍﻟﺼﺤﻴﺢ .ﻭﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻋﻦ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ :))ﻣﺎ ﻣﻦ ﺃﺣﺪ ﻳﺴﻠﻢ ﻋﻠﻲَّ ﺇﻻ ﺭﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻲَّ ﺭﻭﺣﻲﺣﺘﻰ ﺃﺭﺩ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺴﻼﻡ (( .ﺭﻭﺍﻩ ﺃﺣﻤﺪ ﻭﺃﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ . ﻗﺎﻝ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ : ﺭﺩﻋﻠﻲَّ ﺭﻭﺣﻲ ﺃﻱ ﻧﻄﻘﻲ .ﻭﻋﻦ ﻋﻤﺎﺭ ﺑﻦ ﻳﺴﺎﺭ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ : )) ﻗﺎﻝﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻛّﻞﺑﻘﺒﺮﻱ ﻣﻠﻜﺎً ﺃﻋﻄﺎﻩ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﺳﻤﺎﺀ ﺍﻟﺨﻼﺋﻖ ، ﻓﻼ ﻳﺼﻠﻲﻋﻠﻲَّ ﺃﺣﺪ ﺇﻟﻰ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﺇﻻ ﺃﺑﻠﻐﻨﻲ ﺑﺎﺳﻤﻪ ﻭﺍﺳﻢﺃﺑﻴﻪ ، ﻫﺬﺍ ﻓﻼﻥ ﺑﻦ ﻓﻼﻥ ﻗﺪ ﺻﻠﻰ ﻋﻠﻴﻚ(( .------------------------------------------------------([1]) ﺳﻴﺄﺗﻲ ﺑﺤﺚ ﺧﺎﺹ ﻓﻲ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻤﻮﺿﻮﻉﺑﻌﻨﻮﺍﻥ )) ﺍﻷﻧﺒﻴﺎﺀ ﺑﺸﺮ ﻭﻟﻜﻦ (( .ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺰﺍﺭ ﻭﺃﺑﻮ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺍﺑﻦ ﺣﺒﺎﻥ ﻭﻟﻔﻈﻪ : ﻗﺎﻝﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : )) ﺇﻥ ﻟﻠﻪ ﺗﺒﺎﺭﻙﻭﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﻠﻜﺎً ﺃﻋﻄﺎﻩ ﺃﺳﻤﺎﺀ ﺍﻟﺨﻼﺋﻖ ﻓﻬﻮ ﻗﺎﺋﻢ ﻋﻠﻰﻗﺒﺮﻱ ﺇﺫﺍ ﻣﺖ ، ﻓﻠﻴﺲ ﺃﺣﺪ ﻳﺼﻠﻲ ﻋﻠﻲَّ ﺇﻻ ﻗﺎﻝ : ﻳﺎﻣﺤﻤﺪ ! ﺻﻠﻰ ﻋﻠﻴﻚ ﻓﻼﻥ ﺑﻦ ﻓﻼﻥ ، ﻗﺎﻝ : ﻓﻴﺼﻠﻲﺍﻟﺮﺏ ﺗﺒﺎﺭﻙ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﺑﻜﻞ ﻭﺍﺣﺪﺓﻋﺸﺮﺍً .. ((ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﻄﺒﺮﺍﻧﻲ ﻓﻲ ﺍﻟﻜﺒﻴﺮ ﺑﻨﺤﻮﻩ . ([1])ﻭﻫﻮ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻗﺪ ﻣﺎﺕ ﺇﻻﺃﻥ ﻓﻀﻠﻪ ﻭﻣﻘﺎﻣﻪ ﻭﺟﺎﻫﻪ ﻋﻨﺪ ﺭﺑﻪ ﺑﺎﻕ ﻻ ﺷﻚ ﻓﻲﺫﻟﻚ ﻭﻻ ﺭﻳﺐ ﻋﻨﺪ ﺃﻫﻞ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ ، ﻭﻟﺬﻟﻚ ﻓﺈﻥﺍﻟﺘﻮﺳﻞ ﺑﻪ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ ﺇﻧﻤﺎ ﻳﺮﺟﻊﻓﻲ ﺍﻟﺤﻘﻴﻘﺔ ﺇﻟﻰ ﺍﻋﺘﻘﺎﺩ ﻭﺟﻮﺩ ﺗﻠﻚ ﺍﻟﻤﻌﺎﻧﻲﻭﺍﻋﺘﻘﺎﺩ ﻣﺤﺒﺘﻪ ﻭﻛﺮﺍﻣﺘﻪ ﻋﻨﺪ ﺭﺑﻪ ﻭﺇﻟﻰ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ ﺑﻪﻭﺑﺮﺳﺎﻟﺘﻪ ، ﻭﻟﻴﺲ ﻫﻮ ﻋﺒﺎﺩﺓ ﻟﻪ ، ﺑﻞ ﺇﻧﻪ ﻣﻬﻤﺎﻋﻈﻤﺖ ﺩﺭﺟﺘﻪ ﻭﻋﻠﺖ ﺭﺗﺒﺘﻪ ﻓﻬﻮ ﻣﺨﻠﻮﻕ ﻻ ﻳﻀﺮﻭﻻ ﻳﻨﻔﻊ ﻣﻦ ﺩﻭﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻻ ﺑﺈﺫﻧﻪ .ﻗﺎﻝ ﺗﻌﺎﻟﻰ : }ﻗُﻞْ ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺃَﻧَﺎ ﺑَﺸَﺮٌ ﻣِّﺜْﻠُﻜُﻢْ ﻳُﻮﺣَﻰ ﺇِﻟَﻲَّﺃَﻧَّﻤَﺎ ﺇِﻟَﻬُﻜُﻢْ ﺇِﻟَﻪٌ ﻭَﺍﺣِﺪٌ {