ngaji Kitab Washiatul Musthofa 18


ياعلي اصنع المعروف ولو مع السفلة، قال علي وما السفلة يا رسول الله؟ قال الذي اذا وعظ لم يتعظ واذا زجر لم ينزجر ولا يبالي بما قال وما قيل له

"Wahai 'Ali, berbuat baiklah engkau, walaupun kepada orang" as-safalah. Sayyidina 'Ali bertanya apa itu Assafalah ya Rosulalloh? Beluau menjawab, Orang yang jika dia di nasehati maka dia tidak akan mau menerimanya, dan jika diperingatkan maka dia tidak akan mau memperdulikannya, dan dia tidak mau memperdulikan tentang apa yang dikatakan orang terhadap dirinya (masa bodoh)

Lalu bagaimana dan seperti apa yang dimaksud menasehati atau mengingatkan..?
Pada umumnya manusia tidak suka ditegur atau disalahkan, apalagi kalau teguran itu disampaikan kepadanya dengan cara yang tidak baik, Maka pemberi nasehat haruslah tau cara menyampaikan nasehatnya agar bisa diterima.

Di antara cara menasehati yang baik adalah memberi nasehat dengan secara rahasia, tanpa diketahui oleh orang lain.

Al-Imam Ibnu Hibban Rohimahulloh berkata :

"Nasehat itu merupakan kewajiban manusia semuanya, tapi cara penyampaiannya haruslah dengan secara rahasia, karna barang siapa yang menasehati saudaranya di hadapan orang lain, berarti ia telah mencelanya, dan barangsiapa yang menasehatinya secara rahasia, berarti dia telah memperbaikinya.

Lalu Al-Imam Ibnu Hibban Rohimahulloh menyebutkan dengan sanadnya sampai kepada Sufyan, ia berkata:
"Saya berkata kepada Mis'ar, "Apakah engkau suka apabila ada orang lain memberitahumu tentang kekurangan"mu?"

Maka ia berkata, "bila yang datang adalah orang yang memberitahukan kekurangan"ku dengan cara menjelek"anku maka aku tak suka, tapi bila yang datang padaku adalah seorang pemberi nasehat, maka aku suka."

Lalu Imam Ibnu Hibban berkata bahwa Muhammad bin Said Al-Qozzaz telah memberitahukan pada kami, Muhammad bin Manshur telah menceritakan pada kami, Ali Ibnul Madini telah menceritakan padaku, dari Sufyan, ia berkata:

"Tholhah datang menemui Abdul Jabbar bin Wail, dan di situ banyak terdapat orang, maka ia berbicara dengan Abdul Jabbar menyampaikan sesuatu dengan rahasia, kemudian setelah itu beliau pergi". Maka Abdul Jabbar bin Wail berkata, "Apakah kalian tau apa yang ia katakan tadi padaku? Ia berkata, 'Saya melihatmu ketika kamu sholat kemarin sempat melirik ke arah lain'."

Abu Hatim (Imam Ibnu Hibban) Rohimahulloh berkata :
"Nasehat bila dilaksanakan seperti apa yang telah kami sebutkan, akan melanggengkan kasih sayang, dan menyebabkan terealisasinya hak ukhuwah."

(Sumber Roudhotul 'Uqola wa Nuzhatul Fudhola)

Al Imam Abu Muhammad Ali bin Ahmad bin Said Ibnu Hazm rahimahullah berkata :
"Maka wajib atas seseorang untuk selalu memberi nasehat, baik yang diberi nasehat itu suka atau tidak, tersinggung atau tidak.

Bila kamu memberi nasehat, maka nasehatilah secara rahasia, jangan di depan orang lain, dan cukup dengan memberi isyarat tanpa terus terang secara lansung, kecuali bila orang yang dinasehati tidak memahami isyaratmu, maka harus secara terus terang, jika kamu melampaui adab-adab tadi, maka kamu adalah orang yang zalim, bukan pemberi nasehat, dan gila ketaatan serta gila kekuasaan, bukan pemberi amanat dan pelaksana hak ukhuwah."

(Sumber Al Akhlak wa As Siyar fi Mudaawaati An Nufus)

Imam Ibnu Rajab rahimahullah berkata:"Al Fudhail berkata :
"Seorang mu'min menutup (aib saudaranya) dan menasehatinya sedangkan seorang fajir (pelaku maksiat) membocorkan (aib saudaranya) dan memburuk"annya."

Yang disebut oleh Al Fudhail ini adalah perbedaan antara nasehat dan memburuk-burukkan, bahwa nasehat itu dengan secara rahasia, sedangkan menjelek"an itu ditandai dengan penyiaran, sebagaimana dikatakan,
"Barangsiapa mengingatkan saudaranya di tengah" orang banyak, maka ia telah menjelek-jelekkannya."
Alloh SWT berfirman :

"Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka adzab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Alloh mengetahui, sedang kalian tidak mengetahui." (Surat An-Nuur: 19)

Ada sebuah syair yang dinisbahkan kepada Imam Syafi'i rohimahulloh Syair itu berbunyi :
"Hendaklah kamu sengaja mendatangiku untuk memberi nasehat ketika aku sendirian hindarilah memberikan nasehat kepadaku di tengah khalayak ramai karena sesungguhnya memberi nasehat dihadapan banyak orang sama saja dengan memburuk-burukkan, aku tidak suka mendengarnya jika engkau menyalahiku dan tidak mengikuti ucapanku maka jangan heran bila nasehatmu tidak diikuti."

(Sumber Diwan Asy Syafi'i)

Jangan sampai salah menempatkan nasehat, karena bisa jadi nasehat itu malah membuat sakit hati orang lain.

Wallohu A'lamu Bis-Syowab....

Semoga bermanfaat.